Search
Sabtu 24 Juni 2017
  • :
  • :
menkominfo-xiaomi

Menkominfo Bangga dengan Pencapaian Kandungan Lokal Ponsel Xiaomi Redmi 4A

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku bangga dengan pencapaian TKDN dalam telepon selular pintar (smartphone) Xiaomi Redmi 4A. “Kita juga ingin anak bangsa Indonesia bisa memberikan value added pada produk smartphone yang dipasarkan di Indonesia, baik dari desain maupun softwarenya,” katanya dalam acara peluncuran ponsel pintar bertajuk “KaMi Buatan Indonesia” di Jakarta.

Sejak Januari 2017, menurut Menteri Kominfo ada kebijakan yang signifikan dari pemerintah bahwa sektor ICT ke depan akan lebih maju dengan berlakunya TKDN 30 %, untuk komponen lokal. “Satu ponsel itu terdiri atas 60% peranti lunak (software) dan 40% adalah peranti keras (hardware). Di software inilah bisa dimanfaatkan oleh orang Indonesia,” katanya.

Rudiantara senang karena harga ponsel pintar yang murah dan bisa dijadikan hadiah. Oleh karena itu ia mendorong pengembangan bidang software karena nilainya cukup besar. Namun demikian, Menteri Rudiantara juga sangat tidak menyukai jika buatan di Indonesia dibandingkan dengan buatan negara lain.

“Kalau kita dibandingkan yang ditekan lama kelamaan adalah biaya. Misalnya Indonesia berapa negara lain berapa? Kita akan jadi bluecollars countries akan tetapi saya yakin untuk tingkat ASEAN, Indonesia menang di software,” paparnya. Menteri Kominfo mengatakan produksi ponsel pintar tidak hanya dilihat dari proses manufaktur belaka.

“Jangan hanya nilai insentif manufaktur, kita harus berfikir apakah ponsel ini bisa jalan jika tidak ada jaringan? Apakah ponsel bisa dipakai jika tidak ada aplikasinya. Jadi ekosistem harus dilihat, manufaktur, jaringan dan device. Ketiganya harus berjalan bersamaan,” katanya seraya menambahkan aspek kebijakan TKDN juga menjadi pertimbangan agar jaringan dapat berlangsung secara efisien.

Menkominfo juga mengucapkan selamat atas peluncuran ponsel pintar buatan Indonesia yang menenuhi TKDN dengan harga Rp.1,5 jutaan. Untuk memproduksi perangkat ponsel di Indonesia, Xiaomi bekerjasama dengan PT Erajaya Swasembada Tbk, PT Sat Nusapersada Tbk, dan TSM Technologies. Pabrik lokal Xiaomi saat ini berada di Batam.

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *