Search
Sabtu 6 Maret 2021
  • :
  • :

Transaksi Keuangan Digital di Indonesia Meningkat dalam Kurun Waktu Dua Tahun Terakhir

MAJALAH ICT – Jakarta. Laporan PricewaterhouseCoopers (PwC) terbaru menyatakan bahwa saat ini terjadi penurunan transaksi keuangan melalui kantor cabang dan sebaliknya terjadi  peningkatan tajam transaksi keuangan berbasis digital. Karena itu diprediksi bahwa perbankan akan banyak berinvestasi di bidang teknologi dalam 18 bulan ke depan.

PwC Indonesia Financial and Services Industry Leader David dalam acara PwC Banking Survey di Jakarta menyampaikan, pihaknya mencatat bahwa transaksi keuangan melalui kantor cabang terus menyusut dimana jika berdasar survei tahun 2015, sebanyak 75 persen bankir yang menjadi responden menyatakan lebih dari separuh transaksi keuangan di banknya terjadi melalui kantor cabang, di 2017 ini, transaksi tersebut tinggal 45 persen. “Terjadi pergerseran selama dua tahun terakhir,” katanya.

Sementara itu, lanjutnya, transaksi keuangan berbasis digital meningkat tajam. Jika pada 2015 ada 27 persen transaksi keuangan melalui telepon dan internet baru seperempat dari total transaksi keuangan di bank mereka, namun transaksi tersebut kini mencapai 48 persen.

 

Pergeseran minat nasabah terkait layanan keuangan sudah diprediksi para bankir. Menurut PwC, sebanyak 59 persen bankir global memperkirakan nasabah akan bermigrasi dari melakukan transaksi di kantor cabang menjadi melalui saluran digital. Dengan kondisi ini, sambungnya, teknologi keuangan berbasis digital (financial technology atau fintech) dianggap penting oleh sebagian besar pelaku pasar teknologi dan industri di Indonesia.

Ditambahkannya, investasi di bidang teknologi akan lebih banyak dilakukan oleh bank lokal. Sebab bank asing sudah lebih dulu berinvestasi di bidang teknologi, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan nasabah tetapi juga untuk efisiensi. Di sisi lain, bank-bank besar termasuk bank asing yang mayoritas nasabahnya merupakan korporasi tidak akan buru-buru meningkatkan investasi teknologi karena banyak transaksinya masih dilakukan secara tatap muka dengan petugas bank.

Menurut Technology Consulting Director PwC Indonesia Peni Rahayu, sudah ada bankir yang merespons proaktif fintech dengan langsung berinvestasi dan ada pula yang berminat untuk bermitra dengan perusahaan fintech. Sementara itu, sebagian lainnya, dalam tahap melakukan stress test untuk melihat risiko jika tidak berinvestasi di bidang fintech.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *