Search
Senin 12 April 2021
  • :
  • :

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengharapkan agar rencana PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) untuk melakukan stock split dapat meningkatkan transaksi perdagangan saham Telkom. "Harga saham Telkom sudah terlalu mahal, sehingga perlu stock split. Kalau harga sahamnya terlalu mahal, transaksinya malah jadi kecil," ujar Dahlan.

Pemecahan saham atau stock split, menurut Dahlan, adalah hal yang normal saja. "Ini normal saja bagi perusahaan yang harga sahamnya sudah terlalu mahal," kata Dahlan. Menrut Dahlan, tindakan Telkom  pernah dilakukan PT Semen Indonesia Tbk, walaupun harga saham BUMN semen tersebut kembali naik.

Sebagaimana diketahui, Telkom dalam dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2013 pada hari ini menyetujui stock split atau pemecahan saham dengan perbandingan 1:5. Dengan penjualan saham dengan sistem stock split ini, harga saham menjadi lebih murah.

Dijelaskan oleh Direktur Utama PT Telkom Arief Yahya, stock split yang disetujui para pemegang saham ialah 1:5. Artinya saham dipecah menjadi 5 bagian sehingga menjadi lebih terjangkau. Menurut Arief, karena harga saham Telkom konsisten di angka rata-rata Rp. 10.000 per lembar saham, maka jika dipecah menjadi 5 maka harganya akan menjadi Rp. 2.000.

"Saham dibagi agar menjadi lebih terjangkau. Dan juga, lebih liquid untuk di perdagangkan di BEI," jelas Arief. soal kapan pemecahan saham ini dilakukan, Arief mengungkapkan bahwa hal ini akan dilakukan pada kuartal kedua tahun ini. "Ini akan direalisasikan pada kuartal kedua 2013," katanya.

Di satu sisi, dengan pemecahan harga saha menjadi lebih terjangkau dan dimungkin tiap pecahan saham itu juga mencapai angka yang lebih tinggi dari mislanya Rp. 2.000. Namun di sisi lain, jumlah saham dalam PT Telkom juga akan membengkak jumlahnya dan saham menjadi seolah tidak premium lagi.  




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *