Search
Senin 12 April 2021
  • :
  • :

Ada Maintenance, Pengguna Internet Dunia akan Hadapi Problem Akses Internet Hingga 48 Jam ke Depan

MAJALAH ICT – Jakarta. Pengguna internet di seluruh dunia mungkin mengalami kegagalan jaringan yang meluas karena server domain utama dijadwalkan untuk menjalani pemeliharaan rutin selama 48 jam ke depan.

Dilaporkan bahwa pengguna internet global mungkin mengalami kegagalan koneksi jaringan karena server domain utama dan infrastruktur jaringan terkaitnya akan turun untuk beberapa waktu.

Perusahaan Internet dari Nama dan Nomor yang Ditentukan (ICANN) akan melakukan pekerjaan pemeliharaan selama periode waktu ini dengan mengubah kunci kriptografi yang membantu melindungi buku alamat internet atau Sistem Nama Domain (DNS). Ini telah dituntut untuk melawan meningkatnya insiden serangan dunia maya, kata ICANN.

Dalam sebuah pernyataan, Otoritas Pengaturan Komunikasi (CRA) mengatakan penutupan internet global diperlukan untuk memastikan keamanan, stabilitas, dan tangguh DNS. “Untuk lebih memperjelas, beberapa pengguna internet mungkin terpengaruh jika operator jaringan atau Penyedia Layanan Internet (ISP) mereka belum siap untuk perubahan ini. Namun, dampak ini dapat dihindari dengan mengaktifkan ekstensi keamanan sistem yang sesuai,” tambahnya.

Pengguna internet dapat menghadapi kesulitan dalam mengakses halaman web atau melakukan transaksi dalam 48 jam ke depan. Juga, pengguna bisa menghadapi ketidaknyamanan mengakses jaringan global jika mereka menggunakan ISP yang sudah ketinggalan jaman.

Sementara itu, Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo menyampaikan bahwa pengguna Internet Indonesia tidak perlu khawatir berlebihan atas isu ini. “Isu ini muncul karena pada 11 Oktober 2018, ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) melakukan pergantian key signing key (KSK) pada root server-nya.  Yang berpotenai terdampak dari pergantian KSK root server ICANN tersebut adalah DNS resolver milik Internet Service Provider (ISP) yakni DNS yang berfungsi mencari alamat IP dari nama domain yg dituju,” katanya.

Menurut Ketua Umum PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia) Andi Budimansyah, pergantian root server ICANN ini telah diantisipasi oleh pengelola nama domain di seluruh dunia sejak 2 tahun lalu. Artinya para ISP yg telah menggunakan DNS Resolver terbaru/terkini, tidak akan terdampak oleh pergantian KSK root server ICANN. Namun demikian, Kemkominfo mengimbau para ISP Indonesia yg belum menggunakan DNS Resolver terkini/terbaru agar tetap waspada, agar pergantian root server ICANN tidak berpotensi merugikan para pelanggan ISP.

“Kemkominfo mengimbau ISP atau provider yg menjalankan DNS resolver harus memastikan bahwa keys root di server DNS Resolver update. ISP juga diimbau agar menggunakan versi terbaru dari software DNS-nya untuk menjamin update key-nya berjalan dengan baik. Sekali lagi, Kemkominfo mengimbau pengguna internet Indonesia tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan apa-apa untuk koneksi internetnya. Jika terjadi anomali harap hubungi ISP/provider yg mengelola DNS resolvernya untuk memastikan DNS resolver-nya berjalan dengan baik,” terang Ferdinandus.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *