Search
Selasa 17 September 2019
  • :
  • :

Ahli Ekonomi Digital: Kita Butuh Kementerian Fokus Urus Ekonomi Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Presiden Joko Widodo sedang mempersiapkan Kabinet Indonesia Kerja Jilid ke-2. Dalam menghadapi era ekonomi berbasis digital, Pengamat Ekonomi Digital Heru Sutadi mengusulkan perlunya Kabinet mendatang menghadirkan Kementerian yang fokus untuk mengurus ekonomi digital.

Ada dua skenario yang disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute ini. “Pertama adalah menggabungkan Kementerian Kominfo dan Bekraf menjadi Kementerian Ekonomi Digital dan Kreatif. Kedua, merevitalisasi Bekraf menjadi Kementerian Ekonomi Digital dan Kreatif,” usul Heru saat penyampaian Hasil Polling Menteri Pilihan Warganet yang dilakukan lembaganya bersama LPPMI dan IndoTelko.

Diketahui, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII), Indonesia ICT Institute bersama IndoTelko menggelar polling secara online untuk membantu Presiden terpilih Joko Widodo dalam menyusun personel Kabinet Indonesia Kerja Jilid II dan Lembaga Pendukung. Polling yang dilakukan lembaga-lembaga yang cukup dikenal dalam penelitian sektor digital di tanah air serta memiliki pengalaman panjang dalam ikut membangun teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia, cukup unik. Hal itu karena untuk calon pembantu pemerintah Presiden Jokowi yang diusulkan adalah mereka yang memiliki latar belakang di sektor digital dan TIK. Dan yang garap juga adalah Kementerian yang memiliki kaitan erat dengan digitalisasi dan pengembangan ekonomi digital Indonesia hingga lima tahun ke depan.

Adapun Kementerian dan Lembaga yang diusulkan untuk mendapatkan Menteri dengan latar belakang sektor digital meliputi Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ristekdikti, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdaganagn, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Ekonomi Kreatif, serta Badan Siber dan Sandi Negara.

Dari proses kurasi, didapat 27 nama yang dikurasi dan diadu untuk mendapatkan tanggapan publik dan netizen melalui Polling yang digelar selama sebulan penuh dari 1 – 31 Agustus 2019. Ke-27 nama tersebut memiliki latar belakang dan posisi berbeda-beda. Ada yang saat ini menjadi Menteri, Anggota DPR, Direktur Utama operator telekomunikasi, pejabat di Kementerian/Lembaga, petinggi dan mantan petinggi BUMN, komunitas dan pengusaha. Di antara nama yang dikurasi adalah Arif Yahya, Budi Karya Sumadi, Rusdi Kirana, Alex J Sinaga, Erick Thohir, Meutya Hafid, Rhenald Kasali, Ahmad Zaki, Nadiem Makarim, Triawan Munaf dan lainnya. Ada total 24.811 vote yang diberikan pada tokoh-tokoh IT Indonesia ini.

No Nama Tokoh
1 Budi Karya Sumadi
2 Gatot S. Dewa Broto
3 Achmad Baiquni
4 Suhono Harso Supangkat
5 Erick Thohir
6 Ilham Habibie
7 Achmad Zaky Syaifudin
8 Alex J Sinaga
9 Arief Yahya
10 Budi Gunadi Sadikin
11 Nadiem Makariem
12 Angela Tanoesoedibyo
13 Hammam Riza
14 Rhenald Khasali
15 Ismail
16 Danang Parikesit
17 Wishnutama Kusubandio
18 Triawan Munaf
19 Meutya Viada Hafid
20 Daniel Tumiwa
21 Rusdi Kirana
22 Semuel A Pengerapan
23 Muhammad Awaluddin
24 Dian Siswarini
25 Sylvia W Sumarlin
26 Rosarita Niken
27 Kristiono

Sementara itu, posisi untuk menjadi orang nomor satu di Kementerian Perhubungan Kominfo, dan Badan Ekonomi Kreatif menjadi Kementerian/Lembaga yang mendapat masukan tertinggi. Kementerian Perhubungan mendapat vote 15,04%, Kementerian Kominfo 11,06% dan posisi Kepala Bekraf mendapat vote sebanyak 10,58% dari total 10.136 vote. Berikut ini daftar lengkap jumlah vote untuk masing-masing Kementerian/Lembaga.

No isi Vote Prosentase
1 Menteri Perhubungan 1524 15.04%
2 Menkominfo 1121 11.06%
3 Kepala Badan Ekonomi Kreatif 1072 10.58%
4 Menteri Pariwisata 954 9.41%
5 Menristekdikti 953 9.40%
6 Menteri Perindustrian 940 9.27%
7 Menteri BUMN 929 9.17%
8 Menteri Perdagangan 922 9.10%
9 Kepala Badan Siber dan Sandi Negara 873 8.61%
10 Mendikbud 848 8.37%
Total 10136 100.00%

Siapa Layak Jadi Menteri?

Berdasarkan vote yang didapat, beberapa nama difavoritkan pemilih untuk menduduki posisi 10 Kementerian/Lembaga. Nama-nama itu adalah:

  • Mendikbud : Rhenald Khasali
  • Menkominfo : Gatot S. Dewa Broto
  • Menteri Perhubungan : Budi Karya Sumadi
  • Menteri Pariwisata : Arief Yahya
  • Menteri Perdagangan : Erick Thohir
  • Menteri Perindustrian : Budi Gunadi Sadikin
  • Menteri BUMN : Achmad Baiquni
  • Menristekdikti : Ilham Habibie
  • Kepala Badan Ekonomi Kreatif : Nadiem Makarim
  • Kepala BSSN : Semuel A. Pangerapan.

Adapun posisi tiga besar untuk masing-masing posisi adalah sebagai berikut:

  1. Kementerian BUMN:
No Calon Vote
1 Achmad Baiquni 1189
2 Budi Gunadi Sadikin 1074
3 Alex J Sinaga 844

 

  1. Kementerian Perdagangan:
No Calon Vote
1 Erick Thohir 1476
2 Achmad Zaky Syaifudin 885
3 Rhenald Khasali 664

 

  1. Kementerian Perindustrian:
No Calon Vote
1 Budi Gunadi Sadikin 1144
2 Erick Thohir 932
3 Ilham Habibie 762

 

  1. Badan Ekonomi Kreatif:
No Calon Vote
1 Nadiem Makariem 1224
2 Achmad Zaky Syaifudin 1049
3 Triawan Munaf 933

 

  1. Kementerian Perhubungan:
No Calon Vote
1 Budi Karya Sumadi 1524
2 Danang Parikesit 162
3 Muhammad Awaluddin 102

 

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:
No Calon Vote
1 Rhenald Khasali 1584
2 Gatot S. Dewa Broto 594
3 Suhono Harso Supangkat 528

 

  1. Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi:
No Calon Vote
1 Ilham Habibie 1454
2 Hammam Riza 1027
3 Suhono Harso Supangkat 426

 

 

  1. Kementerian Pariwisata:
No Calon Vote
1 Arief Yahya 1478
2 Triawan Munaf 326
3 Wishnutama Kusubandio 249

 

  1. Kementerian Komunikasi dan Informatika:
No Calon Vote
1 Gatot S. Dewa Broto 1544
2 Ismail 529
3 Alex J Sinaga 319

 

  1. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara
No Calon Vote
1 Semuel A Pengerapan 1183
2 Daniel Tumiwa 433
3 Hammam Riza 394

Direktur LPPMII Kamilov Sagala menegaskan, pihaknya mengkurasi nama-nama tokoh digital tanah air tanpa adanya titipan atau pesanan. “Nama-nama yang diseleksi merupakan nama yang sesungguhnya dikenal masyarakat dan memiliki rekam jejak di sektor digital. Dan nama-nama itu yang kemudian dipilih oleh publik secara online selama sebulan penuh. Tak ada titipan,” yakinnya.

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menjelaskan, pemilihan Menteri sesungguhnya menjadi hak prerogatif Presiden. Nama-nama yang dipilih publik dapat menjadi pertimbangan Presiden Jokowi dalam membangun ekonomi digital ke depan. “Nama yang diajukan merupakan calon yang didukung atau setidaknya disukai masyarakat karena berbagai alasan. Tapi secara sepak terjang kita semua sudah tahu,” katanya.

Doni Ismanto, Founder IndoTelko menyampaikan. “Kami berterima kasih pada masyarakat dan publik yang telah ikut mensukseskan polling ini untuk dapat membantu Pak Jokowi membangun ekonomi Indonesia berbasis digital yang lebih kuat di masa depan. Dan saya yakin, Pak Jokowi akan mempertimbangkan tokoh-tokoh yang masuk radar kami dan dinilai publik layak menjadi pembantu Pak Jokowi di Kabinet mendatang,” pungkasnya.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *