Search
Senin 16 September 2019
  • :
  • :

Apple Dikabarkan akan Bangun Pusat R&D di Indonesia Tahun Depan

MAJALAH ICT – Jakarta. Setelah pengumuman pembangunan beberapa pusat riset dan pengembangan di India dan China, Apple disebutkan akan membangun pusat R&D di Jakarta tahun depan. Hal ini disebut-sebut sebagai upaya Apple untuk memastikan hubungan baik dengan negara-negara pasarnya, sehingga mereka memberikan izin bagi Apple untuk menjual produk-produknya.

Khusus Indonesia, pembangunan fasilitas ini adalah upaya Apple agar mereka bisa menjual ponsel 4G di Indonesia, yang merupakan negara dengan populasi terbesar ke-4 setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Sebab sebagaimana diketahui, pemerintah Indonesia memang telah menerapkan peraturan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) untuk ponsel 4G. Pada bulan Juli, ditetapkan 2 skema TKDN, yaitu software dan hardware. Pada bulan September, Kementerian Perindustrian menetapkan satu skema baru, yaitu investasi.

Sebagaimana dilansir 9to5Mac, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan bahwa Apple akan mengonfirmasi tempat pembangunan fasilitas penelitian dan pengembangan tersebut pada bulan depan. Sedangkan proses konstruksi dan perekrutan karyawan akan dilakukan pada tahun 2017. Disebutkannya, pada pemerintah Apple telah menunjukkan nilai investasinya, tapi tidak untuk diumumkan ke masyarakat.

 

Meski bernada optimis, namun di Amerika Serikat sendiri, sedang terjadi perubahan politik, terutama setelah Donald Trump memenangi pemilihan Presiden AS awal bulan ini. Diketahui, Apple melakukan sebagian besar pabrikasi produknya di luar Amerika Serikat. Namun selama kampanyenya, Donald Trump mengatakan bahwa ia bisa mengubah itu. Trump mengatakan, saat ini dirinya adalah pengatur gerakan roda dan soal pabrikasi ponsel iPhone di AS, Trump memulai dengan melakukan percakapan telepon dengan Tim Cook, cEO Apple.

Dalam transkrip sebagaimana diungkapkan New York Times, Trump menjelaskan soal percakapannya dengan Cook. “Saya mendapat telepon dari Tim Cook di Apple, dan saya berkata, ‘Tim, Anda tahu salah satu hal yang akan menjadi prestasi nyata bagi saya adalah ketika saya bisa mengajak Apple untuk membangun pabrik besar di Amerika Serikat, atau banyak pabrik besar di Amerika Serikat, dimana bukannya membangun pabrik ke Cina, Vietnam, dan pergi ke tempat-tempat lainnya. Anda harus membuat produk Anda di sini. Dia berkata, saya mengerti. Kemudian saya mengatakan, saya pikir kita akan menciptakan insentif untuk Anda, dan saya pikir Anda akan melakukannya. Kita akan memberikan pemotongan pajak yang sangat besar bagi perusahaan, yang Anda akan senang,” ungkap Trump.

Memang, salah satu tema terbesar dari kampanye Trump, dan satu penasihatnya katakan adalah gagasan bahwa ia dapat memaksa atau membujuk perusahaan untuk membawa pekerjaan manufaktur kembali ke AS. Sehingga, Trump mungkin dia berpikir ini benar-benar bisa terjadi.

Pada bagian lain, Apple tampaknya cukup serius tentang menjaga sebagian besar manufaktur di luar AS. Apple sendiri dikabarkan senang mempekerjakan puluhan ribu pekerja Amerika, tapi dalam peran seperti dukungan teknis atau rekayasa, tidak perakitan ponsel.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *