Search
Selasa 21 Mei 2019
  • :
  • :

AS Peringatkan Jerman Soal Penggunaan Huawei untuk Jaringan 5G


MAJALAH ICT – Jakarta. Pemain utama dalam perang dagang antara AS dan China adalah Huawei, pemimpin telekomunikasi China. Perusahaan telah mengambil tindakan hukum terhadap AS dan Kanada setelah mengajukan gugatan pada 1 Maret terhadap pemerintah Kanada karena penangkapan dan kemungkinan ekstradisi Huawei CFO Meng Wanzhou dan kemudian pada 6 Maret pihaknya menuntut pemerintah AS atas undang-undang yang melarang federal agen dari menggunakan peralatannya.

Ketegangan antara Huawei dan AS meningkat minggu ini setelah Wall Street Journal meninjau surat dari Duta Besar AS untuk Jerman yang memperingatkan penggunaan infrastruktur 5G Huawei akan menyebabkan pembatasan intelijen.

Pengembangan terjadi setelah Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier mengatakan negara itu tidak akan langsung melarang Huawei, melainkan akan mengubah undang-undang untuk memastikan teknologi 5G aman ketika dibangun.

Masalah Departemen Luar Negeri dengan Huawei sebagian besar karena hubungannya dengan badan intelijen Tiongkok dan kekhawatiran memata-matai negara yang berbeda melalui akses jaringannya. Peringatan ke Jerman juga dikeluarkan untuk beberapa sekutu A.S. lainnya tentang penggunaan infrastruktur telekomunikasi Huawei.

Negara-negara lain juga memiliki masalah dengan Huawei. Australia dan Selandia Baru telah memblokir Huawei dari akses ke jaringan 5G di negara mereka, sementara Jepang dan Italia mempertimbangkan untuk mengikuti. Pada bulan Januari, Badan Keamanan Internal Polandia menangkap seorang eksekutif Huawei dengan tuduhan mata-mata untuk China.

Huawei membantah tuduhan bahwa mereka telah memata-matai pemerintah China.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *