Search
Selasa 17 Mei 2022
  • :
  • :

Bantu Perusahaan Logistik Kurangi Emisi Karbon, Shipsy Tawarkan Solusi Berbasis A

MAJALAH ICT – Jakarta. Saat ini, industri bergerak menuju peningkatan transparansi atas emisi karbon untuk mencapai target logistik nol bersih (zero-net), dan pelaku bisnis global memimpin dengan memberi contoh. Para petinggi di Amazon, APL Logistics, Unilever, Volkswagen, UPS, dan banyak lagi sedang berada di jalur pengurangan emisi karbon. Meskipun akan memakan waktu lebih lama untuk melihat dampak lingkungan yang signifikan terhadap emisi karbon dari rantai pasokan global dan industri logistik, roda telah mulai bergerak untuk mendukung bisnis berkelanjutan.

Menurut Soham Chokshi, CEO dari Shipsy, perusahaan penyedia solusi manajemen logistik berbasis Software-as-a-service (SaaS), para pelaku industri menjadi semakin sadar akan dampak global dari emisi karbon serta mulai merangkul perangkat teknologi yang membantu membangun praktik logistik yang berkelanjutan seperti mengurangi jarak yang ditempuh, menghilangkan mil kosong (empty miles) mengurangi volume perjalanan, dan sebagainya.

“Kami membantu bisnis (logistik) meningkatkan keberlanjutan dengan mengurangi jarak yang ditempuh hingga 5 persen dan mengecilkan volume perjalanan sebesar 6 persen. Teknologi AI secara otomatis memprioritaskan mode pengiriman dengan sepeda atau electric vehicle untuk pengiriman jarak pendek,” tuturnya saat dihubungi di Jakarta (13/5).

Beberapa fakta mengenai emisi karbon yang berkaitan dengan industri logistik cukup mengkhawatirkan bagi pelaku di sektor tersebut. Pertama, transportasi berkontribusi terhadap 29 persen konsumsi energi global dan 25 persen emisi karbon. Selain itu, transportasi berat seperti truk, perkapalan, dan penerbangan sangat bergantung pada minyak, dengan IEA memperkirakan bahwa permintaan minyak dalam penerbangan dan truk akan melonjak lebih dari 50 persen dan 25 persen pada tahun 2040 sehingga mengakibatnya terjadinya peningkatan tajam dalam emisi karbon.

“Pandemi tahun 2019 dan 2020 menyebabkan pengurangan sementara emisi karbon. Ketika negara-negara mulai mencabut pembatasan pada 2021, emisi yang diakibatkan oleh transportasi jalan, penerbangan dan pelayaran mulai meningkat.”

Menurut Soham, tumbuhnya kesadaran konsumen seputar praktik ramah lingkungan merupakan faktor pendorong utama dalam meningkatkan kesadaran pelaku industri logistik terhadap bahaya emisi karbon.

“Sebanyak 48 persen konsumen ingin terhubung secara emosional dengan organisasi yang menunjukkan kualitas ramah lingkungan, dan 85 persen dari mereka juga mengubah perilaku pembelian menjadi lebih berkelanjutan dalam lima tahun terakhir.”

Shipsy, tuturnya, memiliki platform manajemen logistik yang bisa membantu mengoptimalkan kapasitas dan meningkatkan kinerja pengiriman secara keseluruhan.

“Dua hal ini sangat penting dalam mengurangi jejak karbon suatu perusahaan. Rute yang dinamis memungkinkan untuk menghilangkan jarak tempuh yang kosong, membatasi jarak, pengambilan atau penurunan multi-stop serta meningkatkan kinerja pengiriman dengan memastikan 14 persen lebih banyak per pengemudi,” jelasnya.

Baru-baru ini Shipsy menyelenggarakan mega event virtual pertama Logistics Tech Summit- LIMITLESS 2022 dengan mengusung tema The Next Wave of Commerce. Kegiatan tersebut menghadirkan para pakar di berbaga industri yang membahas bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), machine learning (ML), Internet of Things (IoT), Blockchain, dan lainnya dapat memberdayakan bisnis untuk mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar, mengurangi ketergantungan manual, mengoptimalkan biaya, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *