Search
Senin 12 April 2021
  • :
  • :

Baru Saja ‘Hidup lagi’, Indosat Harus Ditinggal Erik

MAJALAH ICT – Jakarta. Dalam beberapa tahun ke belakang, geliat Indosat sepertinya tak nampak di tengah industri telekomunikasi yang gegap gempita. Apalagi, sejumlah petinggi dan ahli-ahli yang berada di jajaran manajemen menengah hengkang ke operator lain. Baru setelah masuknya jajaran direksi baru, termasuk masuknya mantan Wakil Direktur Bakrie Telecom Erik Meijer ke Indosat, geliat itu mulai nampak kembali. 

Hampir tiap minggu selalu saja ada penawaran program baru, layanan baru atau menghidupkan kembali produk-produk yang selama ini mati suri. Walaupun merupakan hasil kerja tim, namun sentuhan Erik tidak bisa diabaikan. Namun, sayangnya, baru ‘sebentar’ menggunakan seragam kuning warna kebanggaan Indosat, Erik didapuk Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan untuk mengurusi PT Garuda Indonesia (Garuda).

Menurut Dahlan, Erik memang sudah digadang-gadang menjadi salah satu direksi di Garuda. Hal itu karena Garuda harus menambah kekuatannya. "Saat ini lagi fit and proper test," kata dahlan. Ditambahkannya, Erik  bergabung ke jajaran direksi Garuda karena atas rekomendasi Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar. Ini dapat dimaklumi, pasalnya Erik menjadi salah satu bintang iklan Garuda dengan menggunakan Bahasa Ibunya, Belanda. 

Dari sumber yang dapat dipercaya, Erik disebut-sebut akan menggantikan Emirsyah Satar yang sudah bertahun-tahun memimpin Garuda. Sebab, katanya, posisi Erik sekarang adalah Direktur, untuk apa juga jika ke Garuda posisinya tidak berubah.

 

Profil Erik Meijer

Waktu 20 tahun bukanlah waktu sebentar bagi seseorang untuk berkecimpung dalam sebuah industri yang sangat dinamis. Industri telekomunikasi, khususnya Indonesia, telah memberikan Erik Meijer begitu banyak pengalaman. Boleh dibilang, Erik merupakan saksi hidup perkembangan telekomunikasi di Indonesia. Mulai berkiprah di industri telekomunikasi di Indonesia pada 1995, dia mengaku industri telekomunikasi sangat hidup, karena tingginya budaya silaturahmi di Indonesia.

“Di Negara Eropa, nggak punya teman pun tak apa, tapi di Indonesia, kehidupan sosial di Indonesia sangat luar biasa,”tuturnya.

Berpindah dari satu operator ke operator lainnya membuat Erik kenyang akan pengalaman dari berbagai ragam dan warna operator. Dan saat ini, Erik melabuhkan dirinya di Indosat sebagai Director and Chief Commercila Officer. 

""Ketika disinggung mengenai strategi marketing Indosat untuk memenangkan persaingan, Erik mengungkapkan ada dua kunci utama, yaitu inovasi dan kualitas.

“Ke depan, Indosat akan menjadi leader dalam inovasi, dan tidak sekadar follower. Selanjutnya adalah kualitas, karena perang tarif sudah bukan zamanya lagi,”tuturnya.

Pendukung tim sepakbola Belanda itu menuturkan motto hidupnya adalah apapun yang terjadi, semuanya mesti dilihat sisi positifnya saja.

“Kalau ada masalah, bagaimana kita bisa membelokkannya agar menjadi positif. Karena semua masalah kalau dipandang positif, kita menjalani hidup dengan enjoy, tidak stress,”ujar suami Maudi Kusnaedi itu.

Erik juga menambahkan sesuai agama, semua masalah ada hikmahnya. Apabila kita mengalami nasib buruk , anggaplah itu jadi pelajaran, dan tidak menyerah sampai disitu.

Bapak berputra satu itu menambahkan, motto hidupnya itu sering diimplementasikan dalam bekerja. Dia juga mengaku selalu berusaha terbuka dengan anak buahnya, agar langsung bicara apabila dia salah.

Meski sangat sibuk bekerja, Erik ternyata tak melupakan waktu bersama keluarganya. Di saat libur dia banyak habiskan untuk jalan- jalan ke mall dan nonton bioskop bersama anak dan isterinya. Di ujung perbincangan kami, Erik mengaku banyak hal yang menjadi cita-citanya ke depan, termasuk menjadikan Indosat sebagai operator nomor satu di Indonesia dan mendambakan anak kedua. (majalahICT/ap)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *