Search
Rabu 22 Mei 2019
  • :
  • :

Begini Kisah Sukses UKM Lokal ‘EatGood’, Mengembangkan Bisnis Bersama GrabExpress


MAJALAH ICT – Jakarta. Sebagai everyday super app terkemuka di Asia Tenggara, Grab terus berinovasi guna menyediakan berbagai layanan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Lebih dari sekedar layanan transportasi, saat ini pengguna Grab juga dapat mengakses beragam layanan hanya melalui satu aplikasi, termasuk pembayaran digital, pengantaran makanan, barang dan belanjaan. Namun, tahukah Anda bahwa layanan Grab ternyata tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat di Indonesia, tapi juga telah memberdayakan lebih dari 9 juta wirausahawan mikro di Asia Tenggara?

Julia Lim, pendiri EatGood adalah salah satu wirausahawan mikro asal Pontianak, Kalimantan Barat yang merasa terbantu dengan kehadiran layanan kurir instan milik Grab yaitu GrabExpress. Bermula dari kesadaran diri sendiri untuk memulai pola hidup yang lebih sehat, Julia mendirikan bisnis katering sehat bernama EatGood pada bulan Agustus 2018. Saat itu, Julia melihat adanya peluang bisnis yang menjanjikan karena masyarakat lokal di daerahnya memiliki kesulitan dalam menemukan pemasok katering sehat, padahal kebutuhan akan adanya katering sehat di kota Pontianak mulai meningkat. Oleh karenanya, Julia mulai merintis bisnis EatGood bersama dengan seorang temannya, WieWie yang kemudian berperan sebagai juru masak. Namun layaknya para pengusaha yang baru memulai bisnis, Julia juga menghadapi berbagai rintangan dalam proses pengembangan bisnis kateringnya, termasuk logistik.

Logistik menjadi permasalahan utama dalam bisnis EatGood. Di minggu pertama operasional EatGood, Julia dan temannya mengalami kesulitan yang luar biasa dalam proses pengantaran makanan kepada setiap pelanggannya. Julia mengungkapkan, “Kami percaya bahwa logistik pengantaran katering merupakan hal yang sangat krusial karena dapat mempengaruhi kualitas makanan kami, sebelum sampai ke tangan para pelanggan. Minggu pertama operasional EatGood, saya menggunakan kurir lokal untuk jasa pengantaran. Masa-masa itu merupakan masa yang paling berat bagi bisnis EatGood karena banyak pelanggan yang komplain terkait proses pengantaran makanan yang tidak tepat waktu, serta makanan yang sudah agak dingin.”

Menyadari adanya masalah yang besar dalam proses pengantaran makanan, Julia berusaha memperbaiki layanan bisnisnya. GrabExpress menjadi jawaban atas permasalahan utama bisnis EatGood. Memasuki minggu kedua awal operasional EatGood, Julia mulai menggunakan GrabExpress sebagai pilihan utama untuk layanan pengantaran katering sehatnya.

“GrabExpress memiliki andil besar dalam perkembangan bisnis EatGood yang memungkinkan kami dapat mengantar katering secara tepat waktu. Selain mempermudah dan mempercepat proses pengiriman, para pelanggan kami juga merasa sangat terbantu dengan kode promo yang disediakan oleh GrabExpress khusus bagi pelanggan kami. Para karyawan kami maupun mitra pengemudi Grab telah memberikan kontribusi besar bagi bisnis EatGood dalam menjaga kualitas makanan yang kami produksi agar kepuasan para pelanggan juga meningkat. Seiring berjalannya waktu, saat ini kami memiliki dua orang karyawan yang setiap harinya menyiapkan sekitar 70-80 pesanan dengan total omset sebesar 50juta rupiah setiap bulan,” tambah Julia.

Sejalan dengan komitmen Grab untuk terus meningkatkan kesejahteraan para mitranya, EatGood juga telah turut berkontribusi dalam meningkatkan penghasilan para mitra pengemudi Grab di kota Pontianak dan sekitarnya. “Beberapa mitra pengemudi juga turut merasa terbantu dengan adanya rutinitas pengantaran katering dari EatGood. Menjelang jam makan siang, beberapa mitra pengemudi Grab akan menuju lokasi sekitar EatGood untuk mengambil orderan dari para pelanggan kami. Saat ini, bersama dengan GrabExpress, EatGood telah beroperasi selama tujuh bulan dengan perkembangan bisnis dan peningkatan kepuasan pelanggan yang sangat signifikan,” tutup Julia.

Dari Maret 2018 hingga Desember 2018, volume instant delivery dan same-day delivery dari GrabExpress telah meningkat lebih dari 3 kali lipat di tingkat regional. Grab menyediakan layanan dengan jangkauan terluas di Asia Tenggara yang tersebar di 336 kota di Asia Tenggara. Bersama dengan Pontianak, saat ini Grab telah beroperasi di 222 kota dari Sabang hingga Merauke dengan menguasai 60 persen pangsa pasar roda dua dan 70 persen pangsa roda empat. Pada bulan Maret 2019, Grab telah berhasil menjadi Decacorn pertama di Asia Tenggara dan mendapatkan investasi senilai USD 1,46 miliar dari SoftBank Vision Fund. Dengan putaran pendanaan Series H kali ini, Grab telah menerima total pendanaan senilai lebih dari USD4,5 miliar bersama dengan investor lainnya seperti Toyota Motor Corporation, Oppenheimer Funds, Hyundai Motor Group, Booking Holdings, Microsoft Corporation, Ping An Capital, dan Yamaha Motor. Grab akan menggunakan pendanaan ini untuk mempercepat perluasan GrabFood dan GrabExpress serta menjalankan bisnis layanan baru di Indonesia.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *