Search
Sabtu 23 November 2019
  • :
  • :

China Sudah Memulai Penelitian Teknologi 6G

MAJALAH ICT – Jakarta. Indonesia nampaknya akan kian tertinggal. Pasalnya, ketika negara lain sudah memulai mengimplementasikan 5G, negara ini baru baru sampai pada adopsi teknologi seluler generasi ke-4 atau 4G. Bahkan, perkembangan terkini, China telah memelopori penelitian dan pengembangan pada teknologi seluler 6G, meskipun 5G berada pada tahap paling awal dari rilis awalnya.

Kementerian Sains dan Teknologi China telah secara resmi menyatakan niatnya untuk melakukan upaya penelitian paling awal dari teknologi 6G, sebuah laporan baru-baru ini oleh CNBC News mengatakan. Mereka belum mengungkapkan angka apa pun mengenai kecepatan dan efisiensi yang dapat diharapkan pengguna dengan protokol baru teknologi jaringan seluler ini, tetapi secara alami akan bertujuan untuk melampaui teknologi 5G saat ini.

Penelitian China tentang teknologi ini akan dibagi menjadi dua kelompok, kata laporan itu. Satu akan terdiri dari orang-orang yang bertanggung jawab untuk metodologi dalam melakukan penelitian dan proses yang menyertainya. Kelompok kedua adalah kombinasi dari 37 universitas, lembaga penelitian, dan perusahaan yang berbeda, yang semuanya akan bertanggung jawab atas aspek teknis proyek dan dalam melakukan penelitian itu sendiri.

Cina, di depan negara lain, baru-baru ini mengaktifkan jaringan 5G-nya secara nasional. Akan tetapi, bagian dunia lainnya hanya akan meluncurkan jaringan mulai dari awal tahun 2020. Ini menjadikan Cina salah satu yang pertama mengalami 5G dan yang pertama dalam melakukan penelitian untuk generasi berikutnya. Korea Selatan adalah satu-satunya negara lain yang memiliki 5G rilis nasional awal.

Jaringan 5G saat ini menawarkan peningkatan besar-besaran dari jaringan 4G yang sebagian besar orang masih gunakan saat ini. Generasi baru ini dapat mengirimkan data dengan penundaan kurang dari milidetik, dan menawarkan kecepatan unduh maksimum hingga 20 gigabit per detik. Sebagai perbandingan, 4G dapat mengirimkan transfer dengan rata-rata 70 ms ping, dan kecepatan unduhan puncak hanya hingga 1 gigabit per detik.

Bayangkan berapa banyak kecepatan dan efisiensi yang dapat ditawarkan 6G begitu itu menjadi kenyataan.

5G juga diharapkan untuk membawa teknologi baru untuk mendukung kendaraan otonom, realitas virtual, dan Internet of Things, antara lain. Sejauh ini, perusahaan besar seperti Samsung, Huawei, Xiaomi, Oppo, LG, dan OnePlus telah mengumumkan perilisan pertama dari perangkat mobile mereka masing-masing yang akan mendukung konektivitas 5G.

Huawei China adalah salah satu pemimpin dunia dalam teknologi 5G dan Presiden AS Donald Trump telah mencoba untuk mengunci pengembangan jaringan 5G di Barat, mengutip hubungan perusahaan dengan militer China sebagai kekhawatiran keamanan.

Tetapi berita tentang perkembangan 6G menunjukkan bahwa Tiongkok sudah melihat jauh ke depan dan bertujuan untuk meninggalkan AS dan Barat di belakang dengan teknologi 6G.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *