Search
Senin 21 Oktober 2019
  • :
  • :

CSR Budaya Tower Bersama Sabet Penghargaan PR Indonesia Awards 2017

MAJALAH ICT – Jakarta. Program CSR PT Tower Bersama Infrastructure Tbk dalam bidang pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat di akar rumput melalui program Rumah Batik TBIG dan Koperasi Bangun Bersama meraih penghargaan Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2017 untuk kategori Program PR Sub Kategori Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh korporasi swasta.

Ajang kegiatan the 2nd PR Indonesia Awards 2017 merupakan penghargaan bagi setiap kegiatan kehumasan yang mampu mewujudkan credibility & trust suatu korporasi ataupun lembaga. Kompetisi tingkat nasional ini menghadirkan 5 (lima) kategori penghargaan dan dilakukan oleh tim dewan juri dari unsur-unsur pakar serta praktisi PR, tokoh asosiasi/organisasi PR, fotografer dan jurnalis senior, praktisi desain dan branding PR Indonesia Gurus. Acara penghargaan diadakan di Kuta, Bali.

Sejak tahun 2014, TBIG mengoperasikan Rumah Batik TBIG dan Koperasi Bangun Bersama di Wiradesa, Pekalongan, Jawa Tengah. Program ini merupakan program pemberdayaan berbasis budaya melalui pelatihan membuat batik dan kewirausahaan kepada anak-anak putus sekolah.

Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructucture, Tbk., Herman Setya Budi mengatakan, “Rumah Batik TBIG bertujuan untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan agar para perajin batik skala mikro dapat tumbuh dan berkembang. Rumah Batik TBIG juga berupaya membangun semangat kewirausahaan masyarakat dan generasi muda pelaku usaha mikro melalui peningkatan akses permodalan dan bantuan distribusi pemasaran melalui Koperasi Bangun Bersama.”

Dikatakannya lebih lanjut, “Penghargaan PR Indonesia Awards semakin memotivasi kami untuk terus meningkatkan kontribusi perusahaan kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen yang kuat dalam membangun hubungan yang baik serta bertanggung jawab dengan para pemangku kepentingan perusahaan.”

Rumah Batik TBIG juga melakukan inovasi dalam program pelestarian dan pengembangan pewarna alami untuk batik yang tentu saja ramah lingkungan. Para perajin batik di Rumah Batik TBIG tengah mengembangkan pewarnaan batik dengan menggunakan limbah kulit kopi hasil dari perkebunan kopi yang berasal dari perkebunan kopi milik masyarakat di wilayah sekitar kabupaten Pekalongan.

Program CSR TBIG di bidang budaya ini merupakan sebuah program yang sustainable dan mengemban misi untuk membantu pelestarian batik nusantara serta meningkatkan taraf hidup para perajin batik.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *