Search
Selasa 22 September 2020
  • :
  • :

DBS Foundation Hibahkan 2 Wirausaha Sosial Asal Indonesia, Ada yng Dipakai Buat Grosir Online

MAJALAH ICT – Jakarta. DBS Foundation, sebuah foundation yang didedikasikan untuk memperjuangkan tumbuh kembang wirausaha sosial, hari ini secara resmi mengumumkan untuk menyerahkan hibah sebesar lebih dari 11 miliar rupiah kepada 14 wirausaha sosial (SE) di kawasan Asia termasuk 2 SE dari Indonesia, sebagai bagian dari Social Enterprise Grant Programme 2017. DBS Foundation telah memberikan hibah dengan kisaran 50,000 SGD sampai 160,000 SGD kepada wirausaha sosial di negara-negara DBS beroperasi, yaitu Singapura, Hong Kong, China, India, Indonesia dan Taiwan, untuk mendorong agar para wirausaha sosial dapat menerapkan inovasi sosial di berbagai bidang seperti penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat marjinal, solusi perlindungan terhadap lingkungan dan pengelolaan limbah, dan ketahanan pangan.

Hibah yang diberikan memungkinkan wirausaha sosial untuk menjadi role model bagi lingkungan dan negara mereka, memperbaiki dan meningkatkan bisnis sosial mereka saat ini, agar dapat memberikan dampak sosial yang lebih besar. Tahun ini, DBS Foundation menerima aplikasi dari berbagai SE di seluruh Asia untuk program hibah ini. Adapun kriteria dalam penyeleksian meliputi identifikasi kebutuhan sosial yang ditangani, inovasi bisnis, dan keberlanjutan model bisnis. SE juga harus dapat menunjukkan bagaimana strategi yang dimiliki untuk mencapai bisnis yang berkelanjutan dan memberikan dampak sosial.

Wirausaha sosial penerima hibah yang berasal dari Indonesia tahun ini adalah Du’anyam, memberdayakan perempuan di pedesaan Indonesia memiliki keterampilan menenun anyaman sebagai bagian dari tradisi mereka, namun kurang memiliki arahan dan akses terhadap Du’anyam telah mampu menjembatani kesenjangan ini bagi para pengrajin wanita, sekaligus memberi mereka akses finansial sepanjang tahun terhadap layanan kesehatan dan nutrisi yang lebih baik. Dana hibah ini akan digunakan untuk memperluas dan membuat produksi menjadi lebih efisien, meningkatkan penjualan melalui platform grosir online, dan mendapatkan akses ke pasar luar negeri.

Kemudian Pandawa Agri Indonesia (PAI), menawarkan berbagai produk dan layanan berbasis penelitian untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan di Indonesia. Berfokus pada pengurangan masukan sintetis sebesar 50%, mereka telah mengembangkan produk ramah lingkungan dan inovatif seperti Solusi Penyelesaian Gulma dan Solusi Hama yang menawarkan penghematan biaya hingga 30% bagi petani. Dana hibah ini akan digunakan untuk mendirikan fasilitas produksi baru yang dapat meningkatkan kapasitas mereka untuk memenuhi permintaan pasar.

Karen Ngui, Board Member DBS Foundation dan Head of Group Strategic Marketing & Communications DBS Bank mengatakan, “Sebagai organisasi yang berorientasi pada tujuan, kami percaya bahwa sangat penting bagi kami untuk menciptakan dampak positif di luar perbankan. Kehadiran wirausaha sosial dengan menawarkan solusi inovatif dan berkelanjutan yang diperuntukkan untuk mengatasi berbagai tantangan sosial di wilayah Asia yang semakin berkembang pesat. Sebanyak 14 wirausaha sosial penerima hibah DBS Foundation 2017 berasal dari berbagai negara di Asia. Mereka memiliki model bisnis yang menjanjikan, serta siap memberikan dampak sosial yang signifikan. Selain memberikan dana hibah, kami berharap dapat bekerja sama dengan mereka, untuk menjalankan bisnis dengan baik dan memberikan pengayaan, baik melalui bimbingan, berbagi pengetahuan dengan wirausaha sosial yang berpengalaman lainnya, atau dengan menyediakan peluang pengadaan DBS.”

Penerima hibah DBS Foundation 2016 asal Indonesia, Mycotech telah memulai bisnis dari tahun 2012 sebagai wirausaha sosial yang berfokus pada pengembangan desain interior dengan menciptakan bahan desain ramah lingkungan dari jamur. Selain dapat memberikan solusi pembangunan dengan lebih berkelanjutan, Mycotech juga mampu melestarikan alam sekitar melalui produk-produknya. Produk Mycotech dapat memberikan kemungkinan baru dalam membuat rumah yang semakin berkelanjutan, dan aman bagi kesehatan. Saat ini, Mycotech telah memiliki 1 paten yang terdaftar di Indonesia.

Adi Reza Nugroho, co-Founder dan CEO Mycotech mengatakan, “Kami sangat diuntungkan karena dapat terlibat dan menjadi bagian dengan ekosistem SE yang didukung oleh DBS Foundation. Pada setiap pertemuan yang diselenggarakan oleh DBS Foundation, kami berbagi banyak pelajaran berharga yang dipetik dari perjalanan bisnis sosial kami yang berbeda. Kami tidak pernah gagal untuk melangkah karena adanya dukungan yang diberikan untuk keberlangsungan bisnis kami. Kami juga sangat berterima kasih kepada para mentor dari DBS Foundation yang ditugaskan untuk membimbing kami. Mereka membimbing kami dalam mengatasi tantangan melalui berbagi pengalaman mereka yang luas. Menjadi penerima hibah DBS Foundation telah benar-benar memungkinkan kami mencapai visi kami untuk membantu kelestarian alam dengan memberikan solusi pembangunan yang berkelanjutan.”

Bank DBS telah senantiasa mendukung wirausaha sosial selama bertahun-tahun, dan Bank DBS semakin memantapkan komitmennya terhadap pertumbuhan wirausaha sosial dengan menggelontorkan sebesar 50 juta SGD untuk mendirikan DBS Foundation pada tahun 2014, yang sekaligus merayakan 50 tahun kemerdekaan Singapura. Sampai saat ini, DBS telah menjangkau lebih dari 28.000 SE dan mendukung lebih dari 260 SE dengan dana hibah hingga 3,5 juta SGD.

DBS Foundation mendukung wirausaha sosial di Asia dalam tiga aspek, mencakup membangun kesadaran untuk SE melalui program-program inisiatif seperti DBS-NUS Social Venture Challenge Asia, bootcamps, lokakarya dan forum pembelajaran, mendukung usaha sosial terpilih melalui pendanaan, pendampingan, dan keterampilan berbasis relawan serta menanamkan wirausaha sosial ke dalam budaya dan bisnis operasi DBS; melalui produk perbankan yang disesuaikan bagi para SE, pengadaan barang dari SE sebagai merchandise, menyediakan ruang kerja bersama secara fisik dan menciptakan komunitas SE Online, dan program atau inisiasi lainnya.

Beberapa inisiasi DBS Foundation yang diperuntukkan bagi wirausaha sosial di Indonesia adalah pembuatan e-book “Berani Jadi Wirausaha Sosial” bekerja sama dengan UKM Center – Fakultas Ekonomi Budaya Universitas Indonesia telah berhasil menumbuhkan antusiasme anak muda terhadap kewirausahaan sosial di lingkungan masyarakat mereka. Buku digital ini telah mendownload lebih dari 181.000 kali. Serangkaian pelatihan dan workshop yang diperuntukkan bagi wirausaha sosial tahap awal yang disampaikan oleh UMKC UP – melalui saluran offline dan online. SE Meet Up yang diperuntukkan bagi wirausaha sosial pada level yang berbeda, klinik bulanan dilakukan bagi para wirausaha sosial tahap awal dan untuk tahapan ide yang dilakukan setiap dua mingguan dan Kedai DBS bersama dengan Wanita Wirausaha Femina, E-Hub “Teman Ngopi”, “Entrepreneur Weekend” dan Jakarta Coffee Week

DBS Foundation bermitra dengan organisasi, sektor publik dan sosial yang mempunyai visi misi serupa, untuk mempromosikan pengembangan wirausaha sosial. Pembukaan untuk aplikasi hibah tahun 2018 akan diumumkan pada bulan Maret tahun ini.  

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *