Search
Rabu 26 September 2018
  • :
  • :
hoax-kemlu

Diplomat Harus Mampu Menangkal Hoax Demi Perubahan yang Lebih Baik

MAJALAH ICT – Jakarta. Diplomat (ASN) harus mampu menyesuaikan diri dalam perkembangan era digital yang sangat cepat. Manajemen perubahan sudah waktunya digencarkan.

Indonesia saat ini berada dalam sebuah pusaran dimana perubahan besar sedang terjadi. Dunia menjadi begitu terbuka dan semua orang dapat masuk kedalam kehidupan pribadi orang lain dengan sangat mudah, yang mungkin 10 tahun lalu sangat mustahil dilakukan. Perkembangan bisnis dan ekonomi yang dahulu dimonopoli oleh sektor tradisional seperti pertambangan, jasa ataupun perbankan, sekarang bertekuk lutut dengan berbagai perusahaan start-up dan unicorn seperti Go-Jek, Grab, dan lainnya. Semua itu bisa terjadi akibat perkembangan teknologi informasi dan dunia digital yang luar biasa.

Derasnya arus teknologi ini diiringi dengan berbagai dampak positif dan negatif dalam kehidupan masyarakat, baik di lingkungan sosial maupun dalam kerangka berbangsa dan bernegara.

Demikian dikatakan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Adita Irawati di depan para peserta Sekolah Staf Dinas Luar Negeri Angkatan ke-61. Ia tekankan, diplomat harus mampu bergerak dan berubah menyesuaikan keadaan. Hal ini juga sejalan dengan semangat perubahan dalam tata pemerintahan melalui Reformasi Birokrasi sesuai dengan Peraturan Presiden No.81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025.   Dikatakan juga, perkembangan dunia digital menciptakan arus informasi yang datang dengan sangat bebas dan masyarakat rentan terpapar dengan berbagai berita bohong, fitnah bahkan ujaran kebencian kepada sekelompok masyarakat.

“Dalam menangkal fenomena dimaksud dibutuhkan digital literacy program dan social media guidelinesbagi masyarakat Indonesia,” ujar Adita Irawati. Kementerian/Lembaga perlu memiliki strategi komunikasi yang sesuai dengan perkembangan zaman. ASN diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam mengkomunikasikan berbagai kebijakan dan capaian kinerja pemerintah.

“Masing-masing individu ASN dapat menggunakan platform media sosial sebagai alat untuk menangkis berita negatif, hoax dan ujaran kebencian, sekaligus mengkomunikasikan capaian dan keberhasilan kementerian,” tegas Adita. Para ASN-pun memiliki tanggung jawab untuk menciptakan komunikasi yang membawa perubahan kearah yang lebih baik dan positif.

Komunikasi yang efektif dapat membawa bangsa dan negara menuju bangsa yang penuh harapan dan optimisme. Teknologi seyogyanya digunakan sebagai alat edukasi dalam menangkal berbagai berita bohong dan menyesatkan

 




Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *