Search
Senin 21 Oktober 2019
  • :
  • :

Frekuensi 700 MHz Diujicobakan untuk Penanganan Bencana

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melakukan ujicoba penggunaan frekuensi 700 MHz untuk Public Protection and Disaster Relief (PPDR) di Ujung Kulon dan Pandeglang.

“Kami kerja sama dengan teman-teman SDPPI di Direktorat Penataan. Kami coba petakan ulang daerah-daerah yang sering terjadi bencana, kemudian daerah-daerah yang belum menggunakan frekuensi 700 MHz itu digunakan nanti untuk broadcast informasi kebencanaan (Early Warning System),” ujar Direktur Pengembangan Pitalebar Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Benyamin Sura di Kantor Kementerian Kominfo.

Menurut Direktur Pengembangan Pitalebar, hasil pemetaan awal terhadap frekuensi radio di kawasan tersebut menunjukkan frekuensi 700 MHz tidak digunakan untuk saluran televisi analog.

“Teknis rencana uji coba tersebut saat ini sedang disusun Direktorat Pengembangan Pitalebar bersama Direktorat Penataan Sumber Daya, Ditjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika. Dalam uji coba tersebut, peringatan bencana akan disiarkan melalui siaran televisi dan radio lokal di dua wilayah itu,” jelasnya.

Selama ini, broadcast peringatan bencana hasil kerja sama Kementerian Kominfo dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) disiarkan melalui pesan singkat (SMS). Ke depan, menurut Benyamin Sura, peringatan kebencanaan melalui akan ditayangkan dalam bentuk siaran langsung di televisi dan radio lokal.

“Jadi misalnya gini, ada bencana terjadi di suatu daerah. Kemudian dibroadcast melalui SMS blast. Nah yang selama ini terjadi, pada saat BMKG menyampaikan bahwa terjadi bencana dan misalnya akan terjadi tsunami, masyarakat kan sekarang sudah kurang care dengan SMS blast. Broadcast peringatan bencana melalui TV dan radio lebih efektif,” ungkap Benyamin.

Tidak hanya berhenti di Ujung Kulon dan Pandeglang, ke depannya, uji coba akan digelar untuk  daerah-daerah rawan bencana alam di luar Pulau Jawa. “Selain daerah patahan dan daeran gunung berapi yang rawan bencana, daerah yang dapat menjadi target uji coba tidak tertutup saluran televisi analog pada frekuensi 700 MHz,” jelas Benyamin Sura.

Rencana uji coba ini telah didukung Komisi I DPR RI. Dalam rapat kerja terakhir di Kantor DPR RI, Jakarta, Rabu (16/01/2019) Menteri Kominfo Rudiantara menyampaikan bahwa uji coba berbagai aplikasi yang berkaitan dengan kebencanaan juga akan dilaksanakan di frekuensi 700 MHz atas kerja sama dengan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Informasi Geospasial (BIG).

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *