Search
Jumat 20 September 2019
  • :
  • :

Gagal di Myanmar, Dahlan Iskan Minta Telkom Tingkatkan Kemampuan

MAJALAH ICT – Jakarta. Menyusul berita kekalahan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dalam tender lisensi telekomunikasi nasional di Myanmar, Menteri BUMN Dahlan Iskan mendesak agar manajemen Telkom meningkatkan kemampuan dalam mengikuti tender di luar negeri agar tidak lagi mengalami gagalan seperti di Myanmar.

"Telkom harus meningkatkan kemampuannya dalam bersaing dengan perusahaan asing di luar negeri, agar jangan sampai kalah lagi," kata Dahlan, di Jakarta. Namun begitu, Dahlan agak membela, bahwa terpentalnya Telkom dari arena kompetisi dikarenakan ketentuan yang memang cukup berat yang disyaratkan regulator Myanmar, yaitu harus berpengalaman menjadi operator seluler di luar negeri selama dua tahun dan harus sudah memiliki pelanggan sebanyak 1 juta pelanggan di luar negeri. "Telkom saja baru beberapa bulan di Timor Leste, baru memiliki sekitar 35.000 pelanggan. Sehingga tidak memenuhi syarat," kata Dahlan pasrah. 

Sebelumnya diberitakan, upaya PT Telekomunikasi Indonesia untuk mendapatkan lisensi operator telekomunikasi di Myanmar, akhirnya terhenti! Hal itu setelah Pemerintah Myanmar mengumumkan 12 peserta internasional dalam kancah pertarung memperebutkan 2 lisensi nasional ini.   

Dengan terpilihnya 12 peserta ini, maka para peserta memasuki babak ketiga dan final dimana mereka akan diminta memasukkan aplikasi hingga 3 Juni mendatang. Pada tahap ketiga dari proses penghargaan lisensi, dua peminat yang lolos prakualifikasi akan dipilih dengan menggunakan metode evaluasi komparatif, yang akan mengarah pada pemberian dua lisensi telekomunikasi nasional. Seluruh proses dijadwalkan selesai pada 27 Juni 2013.

Berikut ini 12 peserta yang lolos dan masuk dalam daftar pendek seleksi lisensi telekomunikasi di Myanmar:

  1. Airtel Consortium
  2. Axiata Group
  3. Digicel
  4. France Telecom-Orange + Marubeni
  5. KDDI + Sumitomo  + Myanmar Information and Communication Technology Development Corporation (MICTDC) + A1 Construction
  6. Millicom International Cellular S.A.
  7. MTN Consortium (MTN Dubai + M1 + Amara Communications)
  8. Qatar Telecom (Qtel) Q.S.C ("Ooredoo")
  9. Singapore Telecommunications (SingTel) + KBZ + Myanmar Telephone Company Limited (M-Tel)
  10. Telenor Mobile Communications
  11. Viettel Group
  12. Vodafone + China Mobile.

Dengan tidak masuknya Telkom lolos dalam daftar pendek ini, maka sia-sialah perjalananan serombongan BUMN, termasuk Direksi Telkom, beserta Menko Perekonomian dan juga Meneg BUMN mengunjungi Myanmar dan bertemu pejabat-pejabat di negeri itu, bulan lalu. 

Padahal, Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Arief Yahya merasa yakin bahwa Telkom akan menjadi salah satu pemenang tender lisensi telekomunikasi yang sedang dalam proses di Myanmar. Meskipun tender diikuti oeprator-operator besar dunia, yang disebut hingga hampir 91 perusahaan, Arief meyakinkan bahwa Telkom bukanlah operator sembarang dan punya keunggulan dibanding lainnya.

"Telkom merupakan salah satu operator terbesar di dunia, di urutan keenam. Pelanggan kita sudah di atas 100 juta," tanda Arief. Sehingga, reputasi Telkom bisa dibandingkan dengan operator Singapura atau Malaysia. Hanya memang, jika dibanding China dengan penduduk 1,3 milyar, Telkom masih kalah dalam jumlah penggunanya.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *