Search
Minggu 16 Desember 2018
  • :
  • :
kominfo-deklarasi-tolak-hoaks

Gerakan Turn Back Hoax Gagal, Indonesia Tanpa Hoax Dideklarasikan

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan InformatikaRudiantara berpesan kepada warga Kota Yogyakarta agar tidak perlu membuang pulsanya selama isi informasi yang disebarkan tidak benar. Menurutnya, di dunia ini penyebaran berita palsu hanya akan merugikan materi dan juga dapat disebut dengan fitnah berjamaah.

“Kalau mendapatkan informasi, kita tidak tahu itu benar atau tidak, kita main kirim lagi maka kita akan rugi. Pulsa pertama, kedua, kalau isinya tidak benar, ini fitnah berjamaah namanya,” serunya dari atas Panggung Kirab Budaya dan Do’a Bersama untuk Negeri “Harmoni Indonesia” di Alun-alun Utara Yogyakarta.

Menteri Kominfo menyebutkan ciri-ciri berita palsu. Ia mencontohkan, apabila isi pesan tersebut tertulis dari kamar sebelah maupun mengatasnamakan kelompok tertentu. Hoaks atau berita bohong juga kerap terdeteksi apabila memiliki kalimat ajakan untuk memviralkan informasi tersebut. “Atau antara lain yang bawahnya ada tulisannya: Ayo viralkan! Apa saya dibayar bila memviralkan? Kan enggak,” cetusnya.

Isi lengkap deklarasi Indonesia tanpa hoaks yang diserukan. “Kami masyarakat Indonesia, bersama2, mengucapkan bismillah, menolak segala bentuk pemberitaan yg hoax, dan mengandung unsur kebencian. Kami masyarakat Indonesia bersama-sama menyatakaan cinta damai, mendambakan aman nyaman sejahtera.”

“Kami harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Kami tidak akan efektif tanpa bantuan dari masyarakat,” paparnya ketika memberikan sambutan dalam  Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) di Kampung Wisata Ngaran 2 Borobudur, Magelang,  Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2018) sore.

Menteri Kominfo meminta pegiat komunitas Mafindo agar memposisikan diri mereka sebagai petinggi negara yang tidak memiliki batasan. Menurutnya, penting untuk segera menindaklanjuti isu ini agar tahu cara penanganan isu hoaks dari berbagai sudut. “Kita perlu tahu bagaimana cara menanganinya, terutama kepada semua elemen di Indonesia ini tahu harus ngapain terhadap hal tersebut,” tambahnya.

Menteri Rudiantara mengungkapkan pemerintah tidak mampu menangani seluruh permasalahan di dunia digital ini sendirian. Rudiantara menekankan bahwa pihaknya akan transparan terhadap publik dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk membasmi hoax.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kominfo Kominfo mengapresiasi aplikasi mobile yang dapat membantu mendeteksi hoaks. Ia menjanjikan akan mencoba menghubungi pihak Research and Development Apple di Indonesia agar dapat membantu mengembangkan aplikasi Hoax Buster Tools (HBT) yang saat ini sudah bisa dinikmati oleh pengguna android.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *