Search
Kamis 4 Juni 2020
  • :
  • :

GO-JEK Indonesia Menangkan ‘Technology Deal of the Year’ Award

MAJALAH ICT – Jakarta. GO-JEK, penyedia layanan on-demand terbesar di Indonesia, dan para mitra investornya KKR, Warburg Pincus, Farallon, dan Capital Group Private Markets berhasil memenangkan penghargaan Deal of the Year (Late Stage Technology) dari the Asian Venture Capital Journal (AVCJ), penyedia informasi terdepan di industri private equity dan venture capital.

GO-JEK dan konsorsium investor tersebut menerima penghargaan tersebut pada acara AVCJ Private Equity & Venture Capital Awards ke-16. Penghargaan tersebut dianugrahkan untuk kesuksesan GO-JEK dalam menuntaskan putaran penggalangan modal senilai 550 juta dolar AS pada Agustus kemarin. Penggalangan modal ini melibatkan investor-investor terkemuka seperti KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital dan Capital Group Private Markets, juga para pemegang saham terdahulu dan investor internasional lainnya. Pada saat diumumkan, transaksi tersebut merupakan penggalangan modal satu-putaran terbesar oleh investor keuangan untuk perusahaan teknologi di Asia Tenggara, dan hingga saat ini tetap menjadi putaran investasi terbesar untuk GO-JEK.

Para investor yang telah terlebih dahulu menyuntikkan modalnya ke GO-JEK termasuk Sequoia India, Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures dan Formation Group.

AVCJ Private Equity & Venture Capital Awards merupakan ajang penghargaan kepada perusahaan private equity dan penggalangan venture capital, investasi, dan transaksi exit dengan usia lebih dari 12 bulan yang mampu menunjukkan inovasi, integritas, serta performa terdepan. “Award ini ini juga memiliki keunikan terutama dalam aspek pendistribusian –mengutamakan nominasi dan voting yang mewakili komunitas private equity dan venture capital di Asia, namun tetap dengan kontribusi dari dewan juri yang mewakili industri juga jajaran redaksi AVCJ,” ujar Allen Lee, publisher dari AVCJ.

Penghargaan AVJCJ untuk Deal of the Year Award diberikan pada perusahaan Asia yang berada di tahap pertumbuhan (growth stage), dengan investasi di sektor teknologi dan valuasi perusahaan di atas 500 juta dolar AS. Seluruh kandidat harus mampu membuktikan kemampuan penggalangan dana yang unik, strukturisasi yang inovatif dan canggih, keterlibatan yang produktif dengan para wirausahawan dan agen promosi, pembiayaan yang efektif, due diligence yang layak, harmonisasi kepentingan, dan persiapan untuk penambahan nilai tambah pasca investasi.

“Dengan dukungan kuat dari para juri dan voting dari komunitas private equity Asia, GO-JEK unggul dalam kompetisi dengan empat startup Asia lainnya dan berhasil memenangkan Deal of the Year – kategori Late-Stage Technology untuk penggalangan dana seri D oleh KKR, Warburg Pincus, Capital Group International and Farallon Capital. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh kandidat yang berpartisipasi,” tambah Allen.

CEO GO-JEK Nadiem Makarim mengatakan, “Penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk terus berupaya memperbaiki layanan dan produk untuk para pelanggan GO-JEK. Kami juga akan terus mengatasi tantangan-tantangan di bidang transportasi, membantu meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi kami, dan memberikan peluang untuk menambah pendapatan bagi para pengusaha bisnis mikro seperti para pemilik gerai makanan kecil yang menjadi mitra kami.”

Andre Soelistyo, Presiden GO-JEK menambahkan, “Kami sangat bersyukur karena penghargaan ini membantu GO-JEK untuk lebih memperkuat posisi kami dalam peta teknologi global. Kami akan terus menjajaki cara-cara baru kreatif untuk menjangkau pelanggan dan memberikan dampak yang lebih besar untuk masyarakat Indonesia.”

Terence Lee, Direktur KKR Asia, mengatakan, “Penggalangan modal GO-JEK menjadi luar biasa bukan karena jumlahnya, namun pengalaman teknologi kolektif, keahlian operasional dan jejaring global yang dibawa oleh konsorsium ke GO-JEK. Kemampuan ini membantu GO-JEK untuk semakin melebarkan sayapnya ke berbagai sektor bisnis di Indonesia,, dan bukan tak mungkin, ke kawasan Asia Tenggara.”

Jeffrey Perlman, Kepala Divisi Asia Tenggara Warburg Pincus mengatakan, “Kami meyakini bahwa GO-JEK memiliki peluang untuk menjadi penyedia layanan on-demand yang dominan di Indonesia melalui pengembangan berbagai aliran modal vertikal dan pendapatan. Kami sangat menanti kesempatan untuk dapat memperlebar jejaring mitra global kami, juga memperkuat pengalaman di sektor teknologi dan ritel untuk membantu perusahaan membangun platform Internet terdepan di Indonesia dan di seluruh kawasan.”

GO-JEK telah membantu penghidupan keseharian lebih dari 250,000 mitra pengendara motor dan pengemudi mobil, lebih dari 35,000 merchant GO-FOOD dan lebih dari 2,500 penyedia jasa on-demand lainnya. Aplikasi mobile GO-JEK telah diunduh lebih dari 29 juta kali per 31 Oktober, 2016.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *