Search
Selasa 23 April 2019
  • :
  • :

Go-Jek Raih Status Decacorn, Gross Transaction Value Capai Rp. 126 Triliun


MAJALAH ICT – Jakarta. GOJEK mengukuhkan posisi sebagai aplikasi on-demand dengan jumlah pengguna aktif bulanan (monthly active users) terbanyak di Indonesia sepanjang tahun 2018, lebih tinggi dari kompetitor. GOJEK juga menjadi aplikasi ride-sharing yang paling banyak digunakan di Indonesia. Ini berdasarkan laporan berjudul “The State of Mobile 2019” dari App Annie, platform analisa dan insights untuk aplikasi mobile. Keberhasilan ini berbanding lurus dengan pertumbuhan gross transaction value (GTV) GOJEK yang naik 13,5 kali lipat dari 2016 ke 2018. Per akhir 2018, GOJEK mencatat GTV sebesar lebih dari US$ 9 miliar atau Rp. 126 triliun dan total volume transaksi setahun mencapai 2 miliar atau Rp. 28,2 triliun.

“Kami bangga dan bersyukur atas kepercayaan para pengguna dan mitra-mitra kami. Data App Annie ini membuktikan penetrasi GOJEK sebagai aplikasi anak bangsa, mengungguli pemain e-commerce serta pesaing terdekat di Indonesia. Pencapaian ini merupakan realisasi dari misi GOJEK untuk memberikan solusi kehidupan sehari-hari kepada masyarakat Indonesia. Teknologi GOJEK kini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat. Bahkan istilah “gojekin aja” saat ini telah menjadi kata kerja yang kerap kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Hal ini membanggakan tidak hanya bagi kami tapi juga seluruh mitra yang ada di dalam ekosistem kami, karena ini bukti bahwa GOJEK telah menjadi aplikasi sehari-hari yang sebenarnya,” kata Nadiem Makarim, Founder dan Global CEO GOJEK, di Jakarta.

Posisi GOJEK juga diperkuat oleh analisa YouGov – sebuah perusahaan global independen yang memonitor dan menganalisa ratusan merek di puluhan sektor industri, yang menyatakan bahwa brand GOJEK terus menduduki posisi nomor satu pada kategori Brand Impression, Nilai, Kualitas, Kepuasan, dan Rekomendasi di sektor on-demand, termasuk transportasi dan pesan antar makanan. GOJEK terus memimpin di sektor on-demand selama lebih dari enam bulan sejak ditambahkan ke monitor YouGov. GOJEK sekarang menempati peringkat pertama atau top of mind di antara konsumen Indonesia saat ditanya merek aplikasi on-demand apa yang akan mereka gunakan.

Oleh karena itu, GOJEK menggelar acara apresiasi tahunan untuk para mitra yang mendukung ekosistem GOJEK. Dalam acara berjudul Mitra Juara GOJEK 2019, GOJEK akan memberikan penghargaan kepada mitra berprestasi di platform anak bangsa ini. Acara yang digelar di Ecovention – Ancol tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, jajaran menteri Kabinet Kerja serta ribuan mitra GOJEK.

GOJEK, kata Nadiem, selalu percaya bahwa pemanfaatan teknologi adalah cara yang paling cepat dalam membantu mengatasi tantangan dalam masyarakat. Baik itu di sisi mitra maupun konsumen. “Dengan menggunakan teknologi, para penyedia jasa dan pencari jasa bisa punya akses langsung, memangkas banyak tantangan. Disisi mitra, mereka bisa memiliki akses yang luas kepada pendapatan dan menjangkau pasar yang lebih luas. Di sisi konsumen, kehadiran GOJEK membantu mereka lebih produktif serta dapat memiliki waktu berkualitas dengan keluarga,” papar Nadiem.

Keberhasilan GOJEK mengembangkan platform super-app yang menghubungkan jutaan rakyat Indonesia telah menjadikan GOJEK salah satu akselerator utama pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Berdasarkan laporan Google dan Temasek, ekonomi digital Indonesia memiliki pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara[2].

Dampak ekonomi yang diberikan GOJEK tercermin dari temuan riset Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2018 yang menyatakan kontribusi mitra GOJEK kepada perekonomian Indonesia mencapai Rp 44,2 triliun, naik hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Kontribusi menghitung selisih pendapatan mitra sebelum dan sesudah bergabung dengan GOJEK. Angka tersebut baru menghitung dari empat layanan GOJEK, yaitu GO-RIDE, GO-FOOD, GO-CLEAN dan GO-MASSAGE. Belum termasuk layanan GO-SEND, GO-SHOP, GO-PAY dan layanan lainnya. “Jika layanan lain dalam ekosistem GOJEK digabungkan, hasilnya pasti jauh lebih besar. Hasil riset ini mencerminkan kontribusi nyata GOJEK yang terus berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” kata Nadiem.

“Saat di negara-negara lain ada ketakutan teknologi menggantikan orang, di Indonesia justru berbeda; melalui GOJEK, teknologi merangkul jutaan masyarakat supaya bisa punya akses pada pendapatan yang lebih baik, akses pada layanan dan produk dan jasa keuangan serta akses pada pelanggan. Teknologi kami dimanfaatkan oleh banyak orang yang sebelumnya tidak mengenal smartphone,” papar Nadiem.

GO-FOOD Pemain Terbesar di Asia Tenggara

Lebih jauh, Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Commercial Expansion GO-FOOD mengatakan bahwa GO-FOOD semakin kuat posisinya sebagai pemain online food delivery terbesar di Indonesia. Berdasarkan data internal, pangsa pasar GO-FOOD di Indonesia mencapai 80%. Ini divalidasi dengan riset pihak ketiga yang menyatakan GO-FOOD paling banyak digunakan di Indonesia.[3] Hal ini antara lain dikarenakan teknologi superior GOJEK yang membantu para merchant, terutama UMKM, dalam mengembangkan skala bisnisnya. Para UMKM yang bergabung dengan GO-FOOD rata-rata mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat sejak mereka bergabung.

“Kepercayaan merchant kami sejalan dengan kepercayaan dan loyalitas konsumen pada GO-FOOD, yang telah menjadikan GO-FOOD bagian tak terlepaskan dari kehidupan sehari-hari. Hal ini tercermin dari jumlah order yang terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Catherine. Per akhir tahun 2018, GO-FOOD mencatatkan jumlah order sebesar 30 juta per bulan di Asia Tenggara. Sementara, pertumbuhan jumlah order GO-FOOD mengalami peningkatan tujuh kali lipat, dari Desember 2016 ke Desember 2018.

Riset LD FEB UI menemukan bahwa 93% responden mitra UMKM mengalami peningkatan volume transaksi dan 55% mitra mendapatkan peningkatan klasifikasi omzet setelah bergabung dengan GO-FOOD. Peningkatan volume dan omzet bisnis memacu mitra UMKM untuk terus mengembangkan usahanya. Hal ini ditunjukkan dari 85% responden yang menginvestasikan kembali pendapatannya ke dalam usaha mereka.

Pada kesempatan yang sama, Aldi Haryopratomo, CEO GO-PAY berkata, “DNA GOJEK yang berfokus pada dampak sosial juga tercermin di GO-PAY, dengan cara merangkul jutaan keluarga Indonesia untuk memanfaatkan layanan keuangan digital dan membuka akses ke layanan perbankan.” Upaya ini, kata Aldi, sudah mulai berbuah manis di mana pertumbuhan transaksi GO-PAY di luar layanan GOJEK naik 25 kali lipat sejak diperkenalkan. Pertumbuhan signifikan tersebut menjadikan GO-PAY sebagai layanan uang elektronik yang paling banyak digunakan di Indonesia, berdasarkan riset 3 lembaga yang berbeda[4].

“Keberhasilan GO-PAY memenangkan hati masyarakat Indonesia karena kami hadir menawarkan layanan komprehensif dalam keseharian masyarakat. Tidak hanya bagi pengguna, tapi juga bagi mitra pengemudi dan rekan usaha. Kami ada dari mulai bangun tidur, berangkat kerja, pesan makan siang hingga malam. Kami hadir di manapun, kapanpun,” jelas Aldi. Saat ini, GO-PAY telah bermitra dengan 28 institusi keuangan, serta telah diterima di lebih ratusan ribu rekan usaha di 370 kota di Indonesia.

Apa yang dicapai GO-PAY, kata Aldi, merupakan langkah awal dari mimpi-mimpi besar untuk bisa merangkul semua orang kepada layanan keuangan digital GO-PAY, mengingat masih banyak masyarakat yang menggunakan uang tunai dalam kegiatan pembayaran. “Semangat kami adalah kolaborasi. GO-PAY sangat terbuka akan peluang kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun institusi keuangan untuk memaksimalkan akselerasi non-tunai di Indonesia.” ujar Aldi.

Mitra Juara GOJEK 2019 memberikan apresiasi kepada 18 pemenang dari enam kategori berbeda. Tidak hanya itu, GOJEK juga memberikan apresiasi kepada kelompok masyarakat di luar ekosistem GOJEK yaitu start-up lokal yang dinilai paling mendukung perkembangan UMKM.

“Membangun sebuah startup bukanlah hal yang mudah, apalagi untuk bisa terus bertumbuh dan memberikan dampak yang makin luas bagi banyak masyarakat. Salah satu misi GOJEK adalah untuk mendukung wirausaha mandiri dan pengusaha UMKM untuk bisa berkembang dan naik kelas. Karena UMKM merupakan tulang penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melalui penghargaan startup ini kami ingin mengapresiasi mereka yang telah terbukti memberikan dampak terhadap pertumbuhan UMKM sekaligus mengajak startup-startup anak bangsa lainnya untuk ikut serta mendukung pertumbuhan UMKM, agar lebih tercipta dampak sosial yang lebih luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujar Nadiem.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *