Search
Senin 16 Desember 2019
  • :
  • :

Go-Pay akan juga Bisa Dipakai untuk Layanan di Luar Go-Jek

MAJALAH ICT – Jakarta.  Layanan pembayaran digital Go-Pay, yang bisa diisi ulang seperti dompet digital (e-wallet) dan saldonya bisa digunakan untuk membayar semua layanan dalam aplikasi Go-Jek, akan merambah ke luar. Go-Pay tidak hanya akan dapat digunakan untuk layanan Go-Jek namun juga layanan di luar Go-Jek.

CEO Gojek Nadiem Makarim mengklaim lebih dari transaksi yang dilakukan pengguna Go-Jek kini dibayar melalui Go-Pay. Menurut dia, belum pernah ada tingkat adopsi pasar pada layanan pembayaran digital lain seperti Go-Pay. Dalam keterangannya, Nadiem juga mengemukakan rencananya untuk membuka layanan Go-Pay untuk merchant lain di luar Go-Jek tahun ini, mengingat startup tersebut telah mengantongi lisensi pembayaran digital dari Bank Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pengguna bisa memakai saldo dalam Go-Pay untuk membayar semua layanan Go-Jek tanpa harus mengeluarkan uang tunai, seperti layanan ojek atau mobil, pesan antar makanan dengan Go-Food, belanja via Go-Mart, mengantar barang dengan Go-Send, dan lain sebagainya. Apalagi dengan diskon yang sempat ditawarkan kepada pengguna yang membayar via Go-Pay, layanan pembayaran digital ini kian populer.

Disebutkannya, untuk mendukung rencananya tersebut, Nadiem berencana untuk merekrut lebih dari 200 orang insinyur di India, dua kali lipat jumlah saat ini. Dia juga berencana untuk mengakuisisi beberapa startup lain untuk menambah kekuatan tim Go-Jek. Sebelumnya, perusahaan tersebut diketahui telah merekrut empat startup India untuk memperkuat teknologi Go-Jek. Selain di India, Go-Jek diketahui telah mempekerjakan lebih dari 100 orang insinyur di Indonesia dan 10 insinyur di Singapura.

“Peran Go-Pay akan semakin besar. Bukan cuma untuk pengguna aplikasi Go-Jek, tapi bagi ekonomi digital secara keseluruhan. Semua orang bisa memesan perjalanan mereka, makanan, transaksi e-commerce, lewat Go-Pay,” kata Nadiem. Namun rencana Go-Jek untuk melebarkan sayap Go-Pay bukan berarti tanpa tantangan. Di Indonesia sendiri, dunia layanan pembayaran digital sudah dipenuhi banyak pemain.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *