Search
Sabtu 8 Agustus 2020
  • :
  • :

Goethe-institut Indonesien Melanjutkan Kembali Kursus lewat Pembelajaran Jarak Jauh Disaa Wabah Corona

MAJALAH ICT – Jakarta. Goethe-Institut Indonesien melanjutkan kembali kursus bahasa Jerman secara jarak jauh mulai Senin, 23 Maret hingga 13 April 2020 atau sampai pemberitahuan lebih lanjut. Kelas-kelas diadakan dalam format pengajaran dan pembelajaran digital, sehingga peserta kursus dapat belajar dari rumah demi menjaga jarak interaksi fisik dan tetap aman di tengah wabah koronavirus

Sebelumnya, Goethe-Institut Indonesien mengumumkan penutupan sementara fasilitasnya di Jakarta dan Bandung dari tanggal 15 Maret 2020, sehingga menyebabkan penundaan sementara semua kursus dan programnya. Keputusan itu diambil setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada tanggal 14 Maret 2020 mengumumkan bahwa semua sekolah akan ditutup dan mengusulkan agar lembaga pendidikan nonformal beralih ke pembelajaran jarak jauh guna mencegah penyebaran koronavirus di Jakarta.

Dengan menggunakan platform konferensi video berbasis web, para peserta kursus tetap dapat berinteraksi dengan guru dan teman-teman sekelas mereka, dan juga mengerjakan tugas kelompok. “Peralihan ke pembelajaran jarak jauh dalam situasi pandemi ini merupakan tantangan besar, baik bagi para guru maupun para peserta kursus kami. Kami tahu bahwa ini berbeda dengan belajar di ruang kelas, tetapi kami berupaya mencari solusi yang menawarkan kesempatan belajar dalam suasana serupa dengan suasana ruang kelas, agar progres peserta kursus dalam belajar bahasa Jerman tetap berlanjut,” ujar Kepala Bagian Bahasa Goethe-Institut Indonesien Sonja Stoll.

Budaya: Format baru dengan penjangkauan digital

Acara-acara kebudayaan yang direncanakan berlangsung bulan ini di Goethe-Institut terpaksa ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut. “Kami akan mencari cara baru untuk menyajikan program budaya dan program inspiratif lainnya dalam format digital kepada audiens. Kami bermaksud menerapkan format baru agar masyarakat yang tengah tinggal di rumah dalam rangka melindungi diri dan masyarakat tidak terputus dari pertukaran serta interaksi budaya,” ucap Direktur Goethe-Institut Indonesien Dr. Stefan Dreyer, yang juga merangkap Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru.

Sebagai contoh, konferensi internasional Digital Discourses, yang semula dijadwalkan untuk tanggal 20 dan 21 Maret, dengan fokus pada privasi data di zaman kapitalisme, kini tengah dirancang ulang untuk diselenggarakan sebagai konferensi daring interaktif.

Onleihe: Perpustakaan Digital Goethe-Institut

Sama seperti departemen lainnya, perpustakaan Goethe-Institut di Jakarta dan Bandung akan tutup sampai 13 April 2020 atau sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Meski demikian, publik di rumah dapat mengakses perpustakaan digital Onleihe yang ekstensif dan bebas biaya milik Goethe-Institut guna memoles kemampuan berbahasa Jerman masing-masing selama isolasi diri. Layanan ini menyediakan koleksi dengan lebih dari 35.000 buku elektronik, buku audio, film, bahan-bahan modern untuk pembelajar bahasa, majalah dan surat kabar berbahasa Jerman, yang dapat dibuka kapan pun dan di mana pun di seluruh Indonesia. Keanggotaan perpustakaan Goethe-Institut tidak diperlukan untuk memanfaatkan layanan digital ini.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *