Search
Kamis 27 Februari 2020
  • :
  • :

Google Kian Haus Klik Pengguna atas Iklan yang Ditayangkan

MAJALAH ICT – Jakarta. Google memperbarui Chrome sehingga hasil pencarian akan ditampilkan dengan cara yang berbeda. Pembaruan menambahkan favicons yang akan menunjukkan dari mana hasil sebenarnya berasal. The Verge memberikan perbandingan yang sangat baik tentang bagaimana layar hasil pencarian baru dan yang lebih tua terlihat: tampilan lama dan baru tampak serupa, dan hanya dibedakan oleh ikon kecil di sebelah kiri setiap tautan.

Dalam sebuah blog yang menjelaskan perubahan, Google mengatakan perubahan di layar hasil pencarian ini dimaksudkan untuk membantu pengguna “memahami dari mana informasi itu berasal dan halaman apa yang Anda cari.” Memang, favicon kecil memang menunjukkan di mana tautan mengarah ke, tetapi ikon bukanlah hal yang mengganggu orang.

Menurut Digiday, selain favicons, Google juga menambahkan ikon yang menunjukkan bahwa URL tertentu adalah “iklan.” Ikon “iklan” terlihat mirip dengan favicons lainnya, dan di sinilah masalahnya. Brooke Osmundson, associate director pencarian berbayar untuk NordicClick, agensi bayar per-klik, mengatakan kepada Digiday bahwa iklan tidak lagi terlihat seperti iklan.

“Seperti apa bentuk iklan yang semakin halus selama bertahun-tahun,” kata Osmundson. “Itu mulai mengaburkan batas antara apa yang dianggap pengguna sebagai iklan atau bukan.”

Desain baru ini sangat berbeda dari bagaimana hasil pencarian Google terlihat seperti beberapa tahun yang lalu. Google, hingga 2013, digunakan untuk menunjukkan bahwa tautan tertentu adalah iklan menggunakan ikon “iklan” tebal, berwarna kuning, lapor Search Engine Land. Desain ulang setelah ini menempatkan iklan di dalam kotak yang menggunakan warna berbeda untuk latar belakang. Desain ini masih membuatnya mudah bagi orang untuk melihat iklan.

Desain ulang baru-baru ini, bagaimanapun, tidak menggunakan latar belakang yang berbeda. Ikon “iklan” hampir tidak dapat dibedakan dari ikon lain pada pandangan pertama juga. Desain baru Google membuat orang lebih sulit untuk mengidentifikasi iklan.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *