Search
Sabtu 11 Juli 2020
  • :
  • :

Grab Ajak Pemerintah Wujudkan Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik

MAJALAH ICT – Jakarta. Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Indonesia, dan pemerintah Indonesia (Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi) hari ini meluncurkan Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik (EV Ecosystem Roadmap), dengan tujuan untuk mempercepat adopsi EV di Indonesia dan mewujudkan jaringan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari rencana ini, Grab mengumumkan kerja sama dengan produsen mobil Hyundai, Astra Honda Motor (AHM) dan Gesits untuk meluncurkan uji coba kendaraan listrik berupa mobil dan motor di wilayah Jabodetabek. Uji coba ini sejalan dengan komitmen yang dibuat oleh SoftBank dan Grab pada bulan Juli lalu, di mana SoftBank menginvestasikan US$ 2 miliar ke Indonesia, melalui Grab, untuk membangun ekosistem EV Indonesia dan untuk mendukung tujuan pemerintah mencapai 2 juta unit kendaraan listrik pada tahun 2025.

Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia mengatakan, “EV Ecosystem Roadmap memungkinkan Grab dan Pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan dan mendorong kemajuan Indonesia dalam memenuhi target EV dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin EV di Indonesia dan Asia Tenggara. Upaya bersama ini juga sejalan dengan komitmen kami untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur digital di Indonesia dan akan membantu kami untuk menghadirkan solusi yang memberikan efisiensi biaya transportasi dan mendorong lebih banyak orang untuk mengadopsi EV, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara lainnya.”

Dalam peluncuran EV Ecosystem Roadmap di Jakarta pada hari Jumat, 13 Desember, juga hadir Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi; Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset, Teknologi, dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional; Dr. Hammam Riza, M.Sc. (IPU), Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT); Ir. Bambang Adi Winarso, M.Sc. Ph.D, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia; Dody Widodo, Staf Ahli bidang Pendalaman, Penguatan dan Penyebaran Industri, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia; Prof. Dr. Widodo Muktiyo, SE. M.Com, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia; Supangkat Iwan Santoso, Direktur Regional, PT PLN (Persero); Yoon Seok Choi, President Director of Hyundai Motor Manufacturing Indonesia; Kurniawati Slamet, Division Head Overseas Business, PT Astra Honda Motor, dan Ade Sulistyoputra, Director of PT Gesits Technologies Indonesia serta mitra strategis lainnya.

Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi inisiatif yang telah dilakukan oleh Grab, dan inisiatif ini sejalan dengan peraturan saat ini untuk mengembangkan industri EV serta mempercepat penggunaan moda transportasi ramah lingkungan di Indonesia. Hal ini juga dapat mendukung inisiatif pemerintah untuk mengurangi masalah polusi udara di Indonesia, terutama di Jakarta. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi penyedia lain untuk juga mendukung ekosistem EV di Indonesia dan berharap ini akan memperkuat keamanan energi Indonesia, mewujudkan udara yang lebih bersih, dan menjadikan Indonesia sebagai bagian dari EV Global Supply Chain.”

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia yang diwakili oleh Ir. Bambang Adi Winarso, M.Sc. Ph.D, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, “Untuk mendukung industri manufaktur di Indonesia, pemerintah telah berkomitmen untuk mempercepat proses implementasi Revolusi Industri 4.0, yang juga ditujukan untuk pengembangan industri EV di Indonesia. Oleh karena itu, kami senang dengan inisiatif yang dilakukan oleh Grab dalam mendukung ekosistem EV. Selain itu, pemerintah berharap inisiatif ini akan berlanjut sehingga semakin menambah jumlah unit EV di Indonesia.”

Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, mengatakan “Grab bisa memberikan kontribusi yang lebih besar, tidak hanya bagi industri dalam negeri, tapi untuk pengembangan R&D yang mana inovasi adalah masa depan bangsa. Innovation driven economy adalah jawaban untuk Indonesia bisa menjadi negara maju. Harapannya acara hari ini bisa menjadi trigger semangat kita untuk membawa innovation-driven ke masyarakat dan menjadikan inovasi sebagai benar-benar main stage di dalam pemikiran kita semua.”

Dr. Hammam Riza, M.Sc. (IPU), Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), mengatakan, ”Kendaraan bermotor listrik (KBL) ini jangan menjadi sesuatu yg hanya mengikuti sebuah tren, tetapi harus benar-benar kita bisa jadikan sebagai salah satu bentuk inovasi teknologi yang bisa merubah lifestyle kita semua. Grab menjadi salah satu pemimpin untuk melaksanakan inovasi teknologi dengan cepat dan penerapan kendaraan bermotor listrik di indonesia.”

Mempererat hubungan dengan Hyundai

Grab telah dan akan terus memperluas ekosistem EV-nya dengan bekerja sama dengan pemerintah dan mitra seperti perusahaan pembuat mobil dan perusahaan listrik negara untuk mendorong adopsi EV. Hal ini memungkinkan Grab mendapatkan lebih banyak wawasan untuk operasi dan memperluas armada EV, mendukung pengembangan kebijakan bersama yang bertujuan untuk membuat EV lebih terjangkau dan membentuk perilaku pengemudi dan pemilik armada dengan lebih baik sehingga mereka akan beralih ke EV.

Saat ini Grab memiliki salah satu armada kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara, dengan 200 unit model Hyundai KONA di Singapura dalam uji coba yang diluncurkan Januari 2019. Grab juga bermitra dengan perusahaan listrik Singapura, SP Group, untuk menggunakan jaringan pengisian EV publik bagi armada Grab EV.

Di Indonesia, Grab telah menandatangani perjanjian dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk bersama-sama membangun jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik, Untuk kendaraan roda dua, Grab juga sedang menguji coba 20 sepeda motor listrik dengan AHM dan Gesits, yang keduanya merupakan produsen sepeda motor EV di Indonesia. Uji coba ini akan menguji kelayakan sepeda motor EV di seluruh perjalanan bersama Grab, termasuk layanan pengiriman makanan dan barang di Jabodetabek.

Dalam acara yang sama, Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, menyerahkan secara simbolis kunci 20 unit Hyundai Ioniq Electric kepada Grab untuk digunakan sebagai bagian dari uji coba. Grab merupakan yang pertama untuk meluncurkan dan menggunakan 2020 Ioniq EV di Asia Tenggara. Pengguna dapat memilih untuk menggunakan EV dari aplikasi Grab mereka mulai tahun 2020. Pembuat mobil asal Korea Selatan, yang berinvestasi di Grab tahun lalu (2018), merupakan mitra EV roda empat pertama Grab di Indonesia.

Yoon Seok Choi, President Director of Hyundai Motor Manufacturing Indonesia mengatakan, “Asia Tenggara menjadi pasar yang memiliki perkembangan yang cepat dan besar untuk industri EV dibandingkan dengan kawasan lain. Oleh karena itu, untuk memperkuat komitmen kami terhadap ekosistem EV, kami telah menandatangani kemitraan strategis dengan Grab di Indonesia dengan menghadirkan mobil Hyundai Ioniq Electric bagai salah satu opsi kendaraan GrabCar. Kami menantikan kolaborasi lebih lanjut dengan Grab dan juga pemerintah untuk dapat mempercepat pengembangan industri EV di Indonesia.”

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *