Search
Senin 16 September 2019
  • :
  • :

Hasil Pertemuan Dirjen Pajak dengan Google Masih Misterius

MAJALAH ICT – Jakarta. Meski dipagi hari sempat ada informasi pertemuan antara Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi dengan perusahaan mesin pencari raksasa Google dibatalkan, namun pertemuan akhirnya tetap berlangsung di sore hari. Pertemua digelar selama dua jam.

Meski begitu, baik Ditjen Pajak dan Goolge belum mengeluarkan statement resmi mengenai pertemuan yang dilakukan dimana Ditjen Pajak memanggil Google untuk memverifikasi data transaksi Google yang telah dikantongi tim penyidik pajak.

Perwakilan Google hanya menyatakan pertemuan berlangsung lancar dalam situasi yang saling menghormati. Namun untuk informasi lengkap perkembangan soal kewajiban pajak Google, hal itu akan disampaikan Juru Bicara Google Indonesia, Jason Tedjasukmana. Jason sendiri merupakan Head of Corporate Communications at Google Indonesia.

Sebelumnya, dijelas Dijelaskan Kepala Kantor Wilayah Pajak Khusus, M Haniv, Google bukan dipanggil pada Rabu (18/1/2017), melainkan pada Hari Kamis (19/1/2017). “Kamis sebenarnya. Kita datangkan Google karena Pak Dirjen mau ketemu Google dari Singapura,” jelasnya.

Menurut Haniv, pemanggilan ini sangat penting karena dapat mengetahui jumlah pajak yang harus dibayarkan Google kepada pemerintah Indonesia sesuai dengan kewajiban pajak Google. Google sendiri diketahui tidak bersedia membayar pajak seperti yang telah dihitung Ditjen Pajak.

Sebagaimana diketahui, persoalan tunggakan pajak raksasa internet Google di Indonesia nampaknya menemui jalan buntu. Pasalnya, nilai pajak yang dibayarkan Google masih terlalu kecil. Direktorat Jenderal Pajak mengungkapkan, pendapatan Google sesungguhnya besar dari Indonesia, namun semua dibubukan dalam laporan keuangan markas Google di Singapura.

 

Berdasarkan hitungan Ditjen Pajak, penghasilan Google pada 2015 mencapai Rp 6 triliun plus penalti Rp 3 triliun. Sementara Google memperkirakan total tagihannya hanya Rp.337,5-405 miliar. Google belum bersepakat membayar tunggakan pajak berdasarkan perhitungan Direktorat.  Karena pembahasan mentok, Direktorat meningkatkan pemeriksaan ke tahap penyelidikan dan meminta Google menyerahkan data laporan keuangannya.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *