Search
Jumat 25 September 2020
  • :
  • :

Huawei Ingin Jadi Perusahaan Eropa

MAJALAH ICT – Jakarta. CEO Huawei saat ini Guo Ping menyarankan perlunya perlakuan berbeda oleh regulator Eropa terhadap perusahaannya. Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Ping menginginkan Huawei diperlakukan seperti perusahaan lokal agar pihaknya bisa berinvestasi lebih banyak.

"Jika kita bisa diberi kesempatan yang adil untuk berpartisipasi seperti perusahaan-perusahaan Eropa lainnya, itu akan menjadi dorongan untuk kami," kata Guo, salah satu dari tiga CEO berputar Huawei.

Vendor Cina tersebut kini mempekerjakan hampir 10 ribu orang di seluruh benua, dengan 1.200 orang di bagian R&D. Pekan lalu, Huawei mengumumkan investasi terbaru dengan pembukaan Eropa Research Institute di Leuven, Belgia. Jenis investasi ini memungkinkan vendor untuk mengklaim tidak melihat Eropa hanya sebagai peluang penjualan, tetapi mengejar hubungan yang lebih dalam. "Kami di sini tidak melihat Eropa sebagai pasar," kata Guo. "Kami ingin melakukan R&D di sini. Kami ingin melakukan pengadaan kami di sini. Kami ingin menjadi perusahaan Eropa."

Huawei menilai bahwa Eropa secara signifikan lebih menerima kehadiran perusahaan dibanding Amerika Serikat yang secara efektif melakukan pemblokiran, setidaknya sebagai vendor jaringan.

Namun, hubungan China-Eropa di telekomunikasi tidak selalu begitu baik. Komisi Eropa sedang melakukan penyelidikan impor peralatan jaringan yang diproduksi Cina tetapi memutuskan untuk tidak mengejar tindakan anti-dumping. Komisi berhak untuk menyelidiki klaim anti-subsidi, melainkan tunduk pada negosiasi dengan pemerintah Cina. Insiden itu jelas meninggalkan luka di pihak Cina. "Proses ini sangat tidak nyaman. Itu membuat kami merasa sangat tidak pasti," kata Ping.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *