Search
Kamis 26 November 2020
  • :
  • :

Huawei Lakukan Alih Pengetahuan dan Teknologi di 14 Perguruan Tinggi di Indonesia melalui Pelatihan AI dan Pemanfaatan AI Atlas 200DK

MAJAAH ICT – Jakarta. Dunia pendidikan Indonesia menyambut positif peran aktif Huawei Indonesia dalam mendukung pengembangan SDM dengan kompetensi baru yang sesuai dengan kebutuhan era revolusi industri keempat. Apresiasi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen DIKTI), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia, Prof. Ir. Nizam, M.Sc, DIC, Ph.D., pada saat membuka Huawei Asia Pacific Atlas Edge Computing Indonesia eBootcamp 2020.

Menurut Dirjen DIKTI, Prof. Ir. Nizam, M.Sc, DIC, Ph.D peran Huawei dalam turut mengembangkan kompetensi SDM di bidang teknologi digital, terutama kecerdasan artifisial, analitik big data dan machine learning, sangat relevan dengan tingginya kebutuhan para pemangku kepentingan, baik sektor industri, dunia pendidikan tinggi, pemerintah, hingga masyarakat Indonesia secara luas akan SDM tersebut.

“Penguasaan teknologi digital terdepan seperti kecerdasan buatan, analitik big data dan machine learning adalah kompetensi-kompetensi baru yang dibutuhkan oleh industri untuk beradaptasi dengan berbagai dinamika di era baru serta membangun dunia yang serba terkoneksi, cerdas dan berdaya-saing tinggi di kancah global. Namun, jumlah SDM yang menguasai teknologi-teknologi di Indonesia masih kurang. Indonesia masih membutuhkan 250.000 SDM di bidang digital dan ini menjadi tantangan bagi pendidikan tinggi di Indonesia untuk merealisasikannya,” ujar Dirjen DIKTI.

Untuk mampu menjawab tantangan tersebut, Dirjen DIKTI menegaskan pentingnya komitmen semua pihak dalam mendorong generasi muda untuk menguasasi teknologi-teknologi digital terdepan, serta pentingnya sinergi penta-helix yang melibatkan pendidikan tinggi, industri, pemerintah, media dan juga masyarakat sebagai penerima manfaat. Menurutnya, pihak industri seperti Huawei akan berperan penting dalam alih pengetahuan dan teknologi, pemerintah berperan dalam regulasi, sementara media berperan penting dalam transmisi informasi. 

“Kami mengapresiasi upaya nyata Huawei Indonesia dalam turut mengembangkan dan mengakselerasi terbangunnya ekosistem SDM digital melalui kerja sama alih pengetahuan dan teknologi, melalui pelatihan AI dan pemanfaatan teknologi AI Atlas 200DK di 14 perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Prof. Ir. Nizam, M.Sc, DIC, Ph.D di hadapan sejumlah rektor dan perwakilan 14 perguruan tinggi yang hadir secara virtual di Huawei Asia Pacific Atlas Edge Computing Indonesia eBootcamp 2020.

Huawei Asia Pacific Atlas Edge Computing Indonesia eBootcamp 2020 sendiri merupakan gelaran yang diselenggarakan sebagai bagian dari kelanjutan Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani bersama oleh Huawei dan DIKTI.

Acara eBootcamp yang digelar secara daring ini juga diikuti oleh segenap perwakilan dari 14 rektor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Huawei AI Ecosystem Development Ascend program diadakan sebagai jembatan untuk membantu pemerintah Indonesia dalam mencapai AI National Strategy melalui skema kerjasama Triple Helix (Pemerintah, Industri/Pelaku Bisnis dan Akademisi). Hal ini mencerminkan komitmen kuat Huawei terhadap pemerintah Republik Indonesia untuk mendukung Strategi Nasional AI.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *