Search
Sabtu 21 September 2019
  • :
  • :

Indonesia akan Sangat Progresif dan Agresif Pengaruhi G20 dalam Pemanfaatan Teknologi Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara akan bertolak ke Dusseldoft, Jerman untuk menghadiri pertemuan G20 Digital Minister Meetings pada 6-8 April 2017 mendatang.

Dalam pertemuan ini, delegasi Indonesia akan memasukkan kearifan pola digitalisasi di Indonesia dalam tiga bidang utama, yaitu ekonomi berbagi (shared economy), digitalisasi angkatan kerja (workforce digitalisation), dan keuangan inklusif (financial inclusion) dengan tujuan memberikan ekosistem yang sesuai dalam proses digitalisasi.

“Di G20, kita tidak hanya asal masuk saja. Tapi sangat progresif dan agresif untuk mengusulkan pemanfaatan teknologi digital dalam melakukan pemerataan ekonomi masyarakat,” ujar Rudiantara, di Jakarta, dalam Acara Media Briefing.

Menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut menyampaikan, saat ini di negara-negara yang sedang berkembang maupun negara maju, tantangan terbesar adalah masalah ketimpangan distribusi kekayaan. Hal ini terlihat dari gini ratio negara-negara anggota G20, termasuk Indonesia.

“Di pertemuan ini, kita akan mengusulkan bagaimana negara-negara G20 dapat memaksimalkan penggunaan teknologi digital untuk melakukan pemerataan ekonomi,” papar Rudiantara.

Menurut Menkominfo , tahun ini salah satu topik yang akan dibahas adalah digital ekonomi. Karena saat ini digital ekonomi adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari oleh semua negara termasuk Indonesia. Definisi digital ekonomi memang sangat luas, di Indonesia sendiri kita akan mencapai diproyeksikan menjadi 130Milliar Dolar pada tahun 2020. Senior official meeting mengenai digital ekonomi sudah dilakukan 2kali. Ditambahkan pula oleh Menkominfo bahwa pemerintah Indonesia adalah bagaimana kita yaitu dunia terutama negara 20 ini atau G20 menggunakan dan memaksimalkan penggunaan teknologi digital untuk mempersempit dalam  melakukan pemerataan ekonomi di masyarakat.

Untuk memperkuat usulan tersebut, Rudiantara mengatakan delegasi Indonesia nantinya akan memaparkan contoh sukses pemanfaatan teknologi untuk memperkecil ketimpangan ekonomi masyarakat. Contohnya Go-Jek yang telah dimanfaatkan oleh 200.000 pengemudi dalam meningkatkan pendapatan. Atau marketplace seperti Tokopedia maupun Bukalapak yang digunakan oleh jutaan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk berjualan.

“Indonesia memandang bahwa shared economy, workforce digitalisation, dan financial inclusion merupakan tiga bidang yang paling utama dari proses digitalisasi,” pungkasnya.

Contoh yang lainnya adalah market place dari tokopedia/bukalapak. Sudah berapa juta UMKM yang menjadi merchant mereka. Sama halnya dengan GO-JEK, di sini fokusnya juga bagaimana meningkatkan penghasilan mereka. Contoh yang ketiga adalah mengenai financial conclusion yaitu BTPN WOW. Disana mereka menyaring masyarakat untuk menjadi nasabahnya dan menggunakan nomor ponsel menjadi nomor rekening. BTPN saat ini bukan lagi bank, BTPN saat ini sudah menjadi perusahaan teknologi. Saat ini mereka sudah mempunyai common space untuk nasabah berbentuk aplikasi, dan lain lain. Saya ingin menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi bertujuan untuk pemerataan. Ada 3,2 juta nasabah baru BTPN yang 98% belum pernah memiliki rekening bank. Bagaimana memberikan inklusi keuangan kepada masyarakat baru, memanfaatkan nomor ponsel menjadi nomor rekening.

Untuk itu di G20, Indonesia mengusulkan klausul yang akan menjadi deklarasi. Deklarasi nya berisi tentang pemanfaatan digital untuk dunia. Karena Indonesia yang memutuskan, konsekuensinya Indonesia harus lebih cepat lagi. Indonesia bukan hanya negara yang asal masuk G20, melainkan kita adalah negara yang sangat agresif, progresif namun cukup hati hati untuk mengusulkan pemanfaatan ekonomi digital dalam melakukan pemerataan ekonomi masyarakat.genirasio Indonesia da di tengah-tengah. Kita nomor dua setelah India. 

Ini yang membuktikan perkembangan teknologi digital di Indonesia sudah banyak digunakan dengan tujuannya selalu bagaimana memperkecil generasio dan pemerataan. Tema tahun ini pemerintah adalah pemerataan. Setelah 2015 konsolidasi, 2016 pertumbuhan, sekarang ialah pemerataan.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *