Search
Jumat 14 Agustus 2020
  • :
  • :

Indonesia Sibuk Kenakan Pajak, Negara ASEAN Lain Berkolaborasi Hubungkan Ekonomi Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Sementara pengembangan ekonomi digital Indonesia, masih diliputi fokus pengenaan pajak, beberapa negara sudah menjalin aliansi. Seperti Bank sentral di Singapura dan Thailand mengadakan diskusi pendahuluan tentang menghubungkan jaringan pembayaran digital nasional mereka untuk membentuk aliansi regional untuk mendorong penggunaan uang mobile. Kerja sama ini akan menghubungkan platform pembayaran e-payment PromptPay Singapura dan Thailand.

Naphongthawat Phothikit, direktur kebijakan sistem pembayaran di Bank of Thailand, mengatakan kepada Bloomberg bahwa kedua organisasi tersebut “mengeksplorasi kemungkinan” untuk menghubungkan sistem mereka. Perwakilan Otoritas Moneter Singapura mengatakan bahwa pihaknya mendorong keterlibatan lintas batas untuk menciptakan pengalaman digital mulus dan interoperabel untuk layanan keuangan di ASEAN. Otoritas Moneter Singapura dan Bank of Thailand pada bulan Juli menandatangani sebuah kesepakatan untuk bekerja sama dalam teknologi keuangan.

PayNow Singapura diluncurkan pada bulan Juli dan memiliki lebih dari 500.000 orang terdaftar, sementara PromptPay diluncurkan pada bulan Januari dan memiliki 24 juta pendaftaran, kata Bloomberg. Kedua platform memungkinkan pengguna untuk mentransfer dana antar bank dan melakukan pembayaran dari ponsel mereka.

Menurut laporan 2016 oleh Kantar, 53 persen konsumen yang terhubung di Asia Pasifik menggunakan ponsel mereka untuk membayar barang atau jasa pada saat penjualan melalui aplikasi, dibandingkan dengan 33 persen di Amerika Utara dan 35 persen di Eropa. Kawasan ini menampung 24 penempatan uang dalam mobile dan menyumbang 34,3 juta akun terdaftar.

Indonesia sendiri saat ini maish berkutat dalam hal bagaimana pemerintah mengenakan pajak di dalam perkembangan ekonomi digital. Seperti terakhir adalah pengenaan pajak untuk layanan e-commerce. Asosiasi E-Commerce Indonesia, idEA menilai bahwa pajak e-commerce belum siap diterapkan di Indonesia.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *