Search
Senin 12 April 2021
  • :
  • :

Indonesia Tingkatkan Produk di Sektor Teknologi Informatika

MAJALAH ICT – Jakarta. Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney dan Atase Perdagangan (Atdag) Canberra bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Konsul Jenderal RI (KJRI) Sydney mengikuti pameran Centrum fur Buroautomation, Informationstechnologie und Telekomunikation (CeBIT) 2018. Pameran berlangsung pada 15–17 Mei 2018 di International Convention Centre Sydney, Darling Harbour, Australia. Keikutsertaan dalam pameran ini sebagai upaya mengembangkan potensi produk bernilai tambah Indonesia ke Australia.

CeBIT Australia 2018 ke-17 ini merupakan pameran dan konferensi teknologi Business to Business (B2B) terbesar di kawasan Asia Pasifik. Acara ini mempertemukan para profesional di bidang teknologi dan mengusung tema “The Future of Business Technology”. Pameran serupa juga diselenggarakan di Amerika Serikat dan Jerman.

“Melalui pameran ini diharapkan potensi produk Indonesia, khususnya pada sektor teknologi informatika, akan meningkat,” ungkap Kepala ITPC Sydney Agung Haris Setiawan.

ITPC dan KJRI Sydney, Atdag Canberra, dan Bekraf menyediakan Paviliun Indonesia bertema “Archipelageek” yang menempati area seluas 72 m². Sebanyak delapan perusahaan turut berpartisipasi dalam pameran ini, yaitu Squline, Medico, 8Villages Indonesia, Nicslab, Metabuilders, YAVA, Jojonomic, Ukirama, dan Merakyat.co.

Selama pameran, para ekshibitor berkesempatan bertemu langsung dengan para calon buyer dari Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat. “Selama pameran berlangsung diharapkan dapat tercipta transaksi bisnis, kerja sama atau kolaborasi dengan industri teknologi internasional, serta peluangpeluang lain yang dapat mendukung pertumbuhan ekosistem subsektor aplikasi di Indonesia,” ujar Deputi IV Bidang Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntak.

Selain pameran, kedelapan peserta tersebut juga mengikuti business matching dengan pelaku bisnis daerah setempat yang telah diseleksi oleh pemerintah New South Wales (NSW). Business matching diselenggarakan pada 18 Mei 2018. “Dengan dilaksanakannya business matching ini diharapkan dapat mempererat hubungan Indonesia dengan pemerintah negara bagian NSW, khususnya pada sektor teknologi informatika,” tambah Agung.

Selain itu, para delegasi juga diberikan pembekalan mengenai kesempatan Startup & Fintech Indonesia untuk memasuki pasar teknologi informatika Australia.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *