Search
Sabtu 21 September 2019
  • :
  • :

Inilah Kriteria Seleksi MVNO di Arab Saudi yang Membuat Telkom Gagal

MAJALAH ICT – Jakarta. Rencana PT Telekomunikasi Indonesia untuk melebarkan sayap usaha ke luar negeri, kembali gagal. Setelah sebelumnya gagal di Myanmar, Arab Saudi menjadi negara berikutnya yang gagal dimasuki Telkom dalam perebutan penyelenggaraan MVNO di negeri yang memiliki dua kota suci, Mekkah dan Madinah, tersebut.

Dari dokumen tender yang didapat Majalah ICT, syarat untuk mendapat lisensi MVNO cukup terbilang berat. Sehingga, memang Telkom tidak lolos saringan. Beberapa syarat yang jadi parameter evaluasi adalah memiliki pengalaman sebagai MVNO, jumlah usaha MVNO yang saat ini beroperasi setidaknya di 2 negara dimana jumlah pelanggan di masing-masing negara (MVNO Mitra harus memiliki setidaknya 250 ribu pelanggan secara total di semua negara.

Selain itu, total pendapatan kotor tahunan dari semua bisnis MVNO yang selama lima tahun terakhir minimal 250 juta Riyal Arab Saudi atau sekitar Rp. 653 miliar di salah satu dari 3 tahun terakhir. Syarat lainnya yang juga dianggap penting oleh Arab Saudi adalah bukti kontribusi menguntungkan dibuat untuk pasar telekomunikasi di setiap pasar luar negeri.

Dari pengumuman yang disampaikan Komisi Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, ada 5 perusahaan yang masuk dalam shortlist, yaitu Virgin Mobile Middle East & Africa, Axion dari Dubai, kemudian ada konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Arab Saudi, yaitu FastNet serta Safari. Perusahaan lain yang berminat mengikuti tender ini adalah Lebara yang berbasis di London. 5 perusahaan ini dapat dilihat di situs . 

Di Arab Saudi sendiri saat ini ada 3 operator seluler, yaitu Saudi Telecom Company, Etihad Etisalat (Mobily) and Zain Saudi.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *