Search
Minggu 16 Juni 2019
  • :
  • :

Inilah Tiga Tim Hacklethes Terbaik Hackathon ‘Republic of Internet of Things 2017’

MAJALAH ICT – Jakarta. Tiga tim terbaik keluar menjadi pemenang Hackathon Republic of Internet of Things (RIoT) 2017. Ketiga tim tersebut yaitu Ex (Juara 1), Deadliner (Juara 2) dan AIM (Juara 3)  telah berhasil menyisihkan 30 tim hacklethes lainnya yang berkompetisi di Bandung Digital Valley, Minggu (27/8/2017).

Perhelatan Hackathon yang digelar selama dua hari ini memberi kesempatan bagi para penggiat IoT yang berkeinginan untuk mewujudkan proyek IoT mereka sebagai solusi dari ke-14 kategori yaitu pertanian, pertahanan dan keamanan, transportasi, alam, kesehatan, pendidikan, smart city, smart living, olahraga, maritim, engagement, aksesibilitas, fintech dan e-commerce, serta industrial IoT.

Dari 30 Tim yang berkompetisi kemudian dipilih Top 10 hacklethes untuk mengikuti sesi pitching dan mempresentasikan prototype demo produknyan. Setelah itu baru kemudian dipilih 3 Tim Hacklethes terbaik pada Hackathon RIoT 2017 sebagai berikut:

No.

Nama

Ide

Kategori

Deskripsi

1

Ex Park-Out Transportation, Smart City Semakin meningkatnya taraf ekonomi masyarakat, semakin tinggi pula jumlah kendaraan yang dimiliki oleh masyarakat khususnya kendaraan berroda 4. Hal ini menyebabkan semakin terbatasnya jumlah lahan parkir yang tersedia, dan akan semakin sulit mencari parkir, terutama di kota-kota besar.

Park-Out adalah sebuah solusi untuk mempermudah masyarakat, dan mengatur sistem parkir menjadi lebih mudah, akurat, dan efisien.

2

DeadLiner Smart P-Man Smart Living Power Management pintar berbasis Internet of Things yang dapat menghemat daya listrik sebagai pengganti kWh Meter Konvensional.

3

AIM AIMuscle – Smart Personal Muscle Trainer Health Assistant AIMuscle merupakan sebuah device yang dapat membantu pengguna untuk menjadikan latihan dumbbel menjadi lebih efektif dan dapat menjadi personal trainer yang cerdas.

Sedangkan Tim Cikur dipilih menjadi tim favorit, hadir dengan ide Karinding versi IoT. Meskipun saat ini dikenal sebagai alat musik tradisional, namun sebenarnya pada awalnya karinding dibuat untuk mengusir hama di sawah atau kebun. Berawal dari fakta inilah kami membuat karinding versi IoT untuk mengusir hama pertanian tanpa bahan kimia. Karinding IoT ini dibunyikan secara mekanis-elektronik (tetap menggunakan karinding bambu biasa) dan dikontrol melalui internet atau radio menggunakan Makestro LoRa HAT pada Raspberry Pi.

Direktur Pemberdayaan Informatika Septriana Tangkary menyampaikan apresiasinya kepada seluruh hackhletes yang ikut dalam Hackathon RIoT 2017 ini.  “Selamat buat adik-adik yang sudah berada di sini lebih dari 36 jam. Indonesia butuh adik-adik yang hebat yang mampu menciptakan solusi dan inovasi” kata Septi saat menutup Hackathon RIoT 2017.

Penyelenggaraan Hackathon RIoT 2017 ini diharapkan mampu membuka akses teknologi di bidang Internet of Things dan bisa menggerakan ekosistem IoT di Indonesia serta memberikan kesadaran terhadap teknologi IoT.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *