Search
Jumat 20 September 2019
  • :
  • :

INTI Ternyata Impor Pengendali BBM dari Cina

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) dinyatakan sebagai pemenang pengadaan alat pengendali BBM subsidi.  Ternyata, alat pengendali BBM subsidi yang bernama radio fraquency identification (RFID) akan dipasang di 100 juta kendaraan tersebut diimpor dari Cina.

Menurut Direktur Utama INTI Tikno Sutisna diakuinya bahwa INTI adalah pemenang proyek tender monitoring dan pengendalian bahan bakar minyak bersubsidi. "Alat RFID ini akan dipasang sangat banyak mencapai 100 juta unit kendaraan," jelas Tikno.

Karena kebutuhan yang besar dan dalam waktu singkat, fabrikan dalam negeri tidak sanggup memenuhinya. Karena itu, barang tersebut diimpor dari negeri Tirai Bambu, Cina. "Kebutuhannya banyak dan waktunya harus cepat, dalam negeri tidak bisa memenuhi. Makanya RFID  akan impor dari pabrikan di Cina. Ada beberapa kandidat yang mempunyai kapasitas produksi hingga 1 juta RFID dalam sehari," terang Tikno.

Tikno juga menjelaskan bahwa INTI akan mulai melakukan melakukan pemasangan RFID di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tanggerang-Bekasi pada 1 Juli 2013. "Kami juga akan ikut memantau penyaluran premium dan solar bersubsidi yang keluar dari 91.311 kepala selang pompa BBM atau nozzel di 5.027 SPBU," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, INTI memenangkan tender proyek pengadaan alat teknologi informasi untuk memonitoring konsumsi BBM bersubsidi. Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution PT Pertamina (Persero) Suhartoko mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, penawaran INTI memang yang terbaik, baik dari sisi teknis maupun harga.

“Harga penawarannya Rp.18 per liter hanya sampai dengan monitoring dan Rp. 20,74 per liter sampai pengendalian,” jelas Suhartoko. Ditambahkan, peserta lainnya, yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Tbk) tidak dipilih sebagai pemenang lantaran penawaran harganya yang sangat mahal, mencapai empat kalinya. Proses  lelang sendiri diikuti oleh empat peserta, yakni PT Telkom Tbk, PT Inti, PT LEN dan PT Sucofindo.

Dengan itu, resmi Pertamina menunjuk INTI sebagai pemenang tender pengadaan sistem teknologi informasi yang bernama Sistem Monitoring Pengendalian BBM subsidi (SMP BBM Subsidi). Dengan terpilihnya INTI, diharapkan pada Juli ini seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Jabodetabek sudah terpasang alat pemantau tersebut. Alat tersebut dipasang untuk memonitor transaksi penjualan BBM subsidi di SPBU. Pemasangan alat ini sendiri dilakukan secara bertahap mengingat jumlah SPBU Pertamina di seluruh Indonesia mencapai 5.027 stasiun dengan 91.311 kepala selang pompa SPBU. Setelah merampungkan pemasangan SMP BBM subsididi Jabodetabek, Pertamina akan memperluas sistem monitoring tersebut ke seluruh SPBU di Pulau Jawa yang ditargetkan akan siap dioperasikan pada akhir 2013. Dan tahun depan, Pertamina merencanakan telah menyelesaikan pemasangan sistem SMP BBM subsidi di sebagian besar Tanah Air. 

Dengan pengendalian tersebut, Pertamina memperkirakan dapat menekan kebocoran BBM subsidi hingga 1,5 juta kiloliter atau berhemat senilai Rp7,5 triliun.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *