Search
Sabtu 22 Februari 2020
  • :
  • :

Jadi Pasar Online Travel Terbesar di Asia Tenggara, Hotel Budget di Indonesia Jadi Primadona Baru

MAJALAH ICT – Jakarta. Kemudahan dan ketersediaan akses internet di Indonesia yang sudah dijangkau oleh lebih dari 60% penduduk membuat Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan pasar ​online travel ​terbesar sekaligus tercepat di Asia Tenggara (Laporan ​e-Conomy SEA 2019 yang dilakukan oleh Google dan Temasek). Hal tersebut juga berdampak pada tren pencarian berkaitan dengan “​travel” di Indonesia yang mengalami peningkatan sebesar 39% dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, berdasarkan Laporan ​Google Year in Search Indonesia 2019​.

Berangkat dari perilaku masyarakat yang saat ini semakin mudah mendapatkan informasi melalui internet, maka masyarakat menjadi semakin selektif dalam mencari informasi liburan, terlebih dari faktor harga karena kemudahan membandingkan tiket dan akomodasi dari berbagai OTA (Online Travel Agency) dan situs lainnya. Hal ini yang juga membuat tren hotel budget cukup diminati oleh wisatawan saat ini. ​Laporan Google Year in Search Indonesia 2019 juga menyebutkan bahwa pencarian dengan kata kunci “​hotel budget​” meningkat 1,6 kali lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Meta Rostiawati, Head of PR & Communications Indonesia, OYO Hotels and Homes, “​Kami melihat bahwa fenomena hotel budget telah menjadi tren bagi para wisatawan saat ini, terutama di kalangan milenial. Dalam hal traveling, saat ini banyak dari wisatawan yang sangat mempertimbangkan sisi harga dan cenderung lebih mementingkan unsur pengalaman, seperti aktivitas budaya, destinasi pariwisata, hingga pengalaman ketika menginap di destinasi pariwisata. Sehingga, akomodasi dengan harga terjangkau, berkualitas, dan dekat dengan destinasi menjadi yang paling dicari oleh wisatawan saat ini.”

Dari sisi industri, perkembangan hotel budget pun mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Mengutip Laporan e-Conomy SEA 2019​, pertumbuhan hotel budget di Asia Tenggara bahkan meningkat 9 kali lipat di tahun 2019 jika dibandingkan dengan tahun 2015, saat penetrasi hotel budget di industri pariwisata baru dimulai. “​Selain faktor harga yang kompetitif, kehadiran hotel budget yang saat ini sudah mampu memberikan kemudahan dalam proses check in hingga check out, serta mampu menghadirkan layanan serta kualitas yang baik, menjadi faktor pendorong pesatnya pertumbuhan segmen ini. Bahkan di Indonesia, hotel-hotel lokal berskala kecil dan menengah sudah mampu bersaing dengan hotel berskala besar karena maraknya tren online travel serta kehadiran teknologi yang mampu membantu transformasi hotel-hotel tersebut, seperti halnya yang menjadi fokus OYO,​” tambah ​Meta.

Lebih lanjut, dari sisi konsumen, hotel budget yang memiliki nilai kompetitif baik dari sisi harga, kualitas, dan lokasi juga tidak hanya digemari oleh kalangan wisatawan ​backpacker​, namun juga keluarga. Terlebih, fenomena ​staycation juga saat ini menjadi tren yang berkembang di beberapa kota-kota besar, dengan tren pencarian terkait “staycation” yang juga mengalami peningkatan 3,4 kali pada saat libur

panjang akhir pekan menurut ​Laporan Google Year in Search Indonesia 2019​. Statistik pemesanan OYO juga menunjukan bahwa pemesanan kamar hotel untuk kategori budget (OYO SMART Rooms) meningkat sebesar 5% y.o.y, dimana pemesanan yang terjadi menjelang akhir pekan mengalami peningkatan 17% dibandingkan hari biasa dengan rata-rata per tamu menginap selama 2-3 hari. Kategori OYO Smart Rooms juga menjadi kategori hotel yang paling banyak dipesan karena faktor harga yang kompetitif namun tetap dapat menawarkan pengalaman menginap berkualitas, terstandarisasi, di lokasi-lokasi yang strategis.

Seiring dengan kehadiran hotel budget yang semakin digemari oleh wisatawan saat ini, tren berwisata juga semakin dekat dengan kehadiran teknologi. Beberapa tren berwisata saat ini yang turut menjadi pendorong pertumbuhan hotel budget di Indonesia, pertama, internet jadi sumber informasi utama liburan. Sudah diprediksi tentunya bahwa internet akan menjadi sumber utama bagi para wisatawan untuk mendapatkan informasi tentang liburan. Dari mulai tiket pesawat, akomodasi, hingga tiket destinasi pariwisata, ataupun kuliner. Sudah banyak OTA (Online Travel Agency) yang telah menyediakan layanan ini, termasuk layanan pesan kamar untuk pilihan hotel budget.

Kemudian, tren ​staycation​ dan ​short getaway​ semakin menggeliat. Hari libur nasional dan cuti bersama yang notabene tidak terjadi terlalu panjang mendorong masyarakat untuk melakukan liburan secara singkat. Liburan singkat yang dilakukan seperti tren staycation ​dan ​short getaway ​membuat hotel budget akan selalu jadi incaran bagi para pelancong yang memanfaatkan hal ini.

Pertimbangan budget semakin selektif, promo liburan semakin banyak. Berbagai macam informasi yang didapat di internet memicu masyarakat untuk menjadi selektif dalam mengeluarkan biaya liburan. Belum lagi, mengingat banyaknya kesempatan liburan kali ini, wisatawan cenderung akan mempertimbangkan budget terutama dari sisi akomodasi. Terutama bagi kaum milenial yang berasal dari kalangan kelas menengah, hal yang diutamakan dari liburan ini adalah unsur pengalaman berpetualang liburannya. Namun, terlepas dari itu, para penggerak industri pariwisata juga diperkirakan akan memberikan promo liburan yang semakin banyak demi menarik pasar, termasuk promo dari berbagai kategori akomodasi, seperti salah satunya hotel budget.

“​Kami melihat hotel budget di Indonesia akan menjadi primadona baru bagi para wisatawan, terutama melihat tahun 2020 yang disambut dengan dengan kesempatan masyarakat berlibur semakin banyak karena adanya beberapa tanggal merah yang jatuh di hari kerja. OYO Hotels and Homes dengan senang dan optimis menyambut potensi ini, dan kami akan terus fokus menghadirkan akomodasi berkualitas dengan harga kompetitif di 100 kota di Indonesia, dan berbagai promo menarik di 2020 mendatang,”​ tutup​ Meta.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *