Search
Senin 16 September 2019
  • :
  • :

Jambore TI untuk Disabilitas, Sarana Kembangkan Potensi Melalui TIK

MAJALAH ICT – Jakarta. Dalam rangka akselerasi dan pemanfaatan TIK secara inklusif seluruh lapisan masyarakat khususnya untuk disabilitas, Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Jambore Teknologi Informasi (TI) bagi Generasi Muda Penyandang Disabilitas tahun 2016.

Sekretaris Jenderal Kominfo, Farida Dwi Cahyani mengatakan, tujuan Jambore ini adalah memberi wawasan atas potensi TI bagi kalangan disabilitas agar penyandang disabilitas memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengembangkan semaksimal mungkin potensi melalui TIK. Kemudian juga, “Memberi wawasan kepada nondisabilitas mengenai assistive technology yang diperlukan disabilitas untuk dikembangkan bersama dengan melibatkan semua kalangan dalam proses pembangunan inklusif,” katanya.

Disampaikan pula oleh Farida, kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan kewajiban universal telekomunikasi dan informatika yang diatur Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 25 tahun 2015 Pasal 3 ayat (1) juncto Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bahwa Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi dan Informatika diperuntukkan bagi kelompok masyarakat dengan ketidakmampuan meliputi kelompok masyarakat penyandang disabilitas. Farida juga berharap kegiatan ini mampu menunjang Hak Penyandang Disabilitas seperti yang terdapat pada Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Puncak Jambore Teknologi Informatika 2016 untuk Penyandang Disabilitas berlangsung di Pusat TIK Nasional Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Dari awal kegiatan, sekira 500 peserta penyandang disabilitas tuna netra, tuna rungu, dan tuna daksa ikut bekompetisi dalam ajang untuk menunjukkan potensi penyandang disabilitas itu. Dari 34 provinsi, penayandang disabiltas berusia 15-24 tahun unjuk kebolehan di bidang TIK. Lima kota besar, Ambon dan Padang (15-17 November 2016), Banjarmasin dan Makassar (20-22 November 2016) dan terakhir Jakarta (28-30 November 2016) menjadi saksi unjuk diri para penyandang disabilitas.

Jambore TI 2016 memperlombakan kategori individu dan kelompok. Kelompok dibentuk dari peserta setiap daerah dan terdiri dari 5 orang, dengan penilaian tambahan untuk pembuatan poster dan e-kreatif

Adapun hasil Jambore TI 2016 sebagai berikut:

Juara perorangan kategori e-tools
– Juara 1: Safitri (Kalimantan Selatan)
– Juara 2: Akhlakul Imam (Sumatera Barat)
– Juara 3: Udin Sudin (Maluku Utara).

Juara Perorangan kategori e-Life Map
– Juara 1: Lus Mutiara Cantika (DKI Jakarta)
– Juara 2: Bayu Eka Damanpuri (Kalimantan Tengah)
– Juara 3: Muh Syahdan (Kalimantan Utara)

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *