Search
Jumat 6 Desember 2019
  • :
  • :

Karyawan Indosat Berdemo di Bundaran HI

MAJALAH ICT – Jakarta. Karyawan Indosat dengan berseragam Kuning mulai memadati Bundaran Hotel Indonesia. Namun mereka berjalan dari Kantor Indosat di Jl. Merdeka Barat, di depan Patung Kuda, menuju Bundaran HI, bukan dalam rangka meluncurkan produk baru, melainkan berdemo.

Karyawan Indonesia berdemo sebagai sikap penetapan mantan Dirut IM2, mantan Dirut Isat serta Indosat dan IM2 yang secara korporasi ditetapkan Kejaksaan Agung sebagai tersangka kasus penyalahgunaan frekuensi 3G. Dari pantauan Majalah ICT, terlihat lalu lintas agak tersendat karena karyawan Indosat berjalan kaki menuju Bundaran HI. Aktivitas mereka juga dapat dipantau dari kejauhan melalui situs lewatmana.com.  

Rencana aksi karyawan Indosat, diketahui sejak kemarin memalui pesan berantai BlackBerry Messenger. Dalam pesan itu berisi ajakan untuk ikut serta dalam demo menolak kriminalisasi industri telekomunikasi, terutama yang saat ini menimpa Indosat dan IM2 di bunderan HI.

Karyawan Indosat akan meminta Kejaksaan Agung menghentikan kriminalisasi dugaan korupsi penyalahgunaan frekuensi 2.100MHz dalam perjanjian bisnis PT Indosat Tbk dan anak perusahaannya, PT Indosat Mega Media (IM2),

Pesan broadcast BBM itu berbunyi: "Rekan Community Telco dan ISP, mari bergabung bersama serikt pekerja Telco dan ISP untuk demo damai besar-besaran dalam rangka menolak kriminalisasi industri telekomunikasi. Besok hari rabu, tgl 13 Februari jam 9pagi di bunderan Hotel Indonesia. Acara Long March akan dimulai pada pukul 8 dari bundaran patung kuda depan Indosat. Ayo rekan semua siapa lagi yang membela bila bukan kita, community Telco dan ISP. Tolong broadcast ke rekan-rekan community semua… salam."

Pihak Indosat menyatakan maaf kepada masyarakat khususnya pengguna jalan atas terganggunya kenyamanan selama pelaksanaan aksi demonstrasi.

Sikap Kejaksaan Agung yang kukuh memidanakan perjanjian bisnis Indosat dan IM2, lanjut Erik, dapat merugikan industri telekomunikasi di Indonesia. Padahal, model bisnis antara Indosat dan IM2 biasa digunakan oleh perusahaan penyedia jasa internet dan perusahaan penyelenggara jaringan telekomunikasi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyatakan, bentuk kerjasama Indosat dan IM2 telah sesuai dengan perundang-undangan.

Jika kerjasama Indosat dan IM2 dinyatakan bersalah oleh pengadilan, maka besar kemungkinan 200 perusahaan penyedia jasa internet di Indonesia juga akan dibawa ke meja hijau. Dikhawatirkan akan ada ketidakpastian hukum dalam industri telekomunikasi.(ap)

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *