Search
Sabtu 4 April 2020
  • :
  • :

Kelambanan Kementerian Kominfo Sebabkan Kerugian Negara

MAJALAH ICT – Jakarta. Potensi pendapatan industri telekomunikasi Rp. 770,8 miliar hilang dan potensi pemasukan Rp.206,19 miliar tak diterima negara akibat pembobolan trafik sambungan langsung internasional (SLI). Demikian diungkapkan Direktur Pengendalian Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika R. Susanto.

Dijelaskan Susanto, trafik internasional, seharusnya diselenggarakan melalui sentral gerbang penyelenggara sambungan langsung internasional. Namun, pembobol tidak menggunakan gerbang itu tapi memberi layanan yang sama. "Pembelokan trafik internasional memang menyebabkan kerugian cukup besar, karenanya kami akan menertibkan,” tandasnya.

Ditambahkannya, kerugian itu merupakan estimasi berdasarkan perhitungan industri. "Bila industri rugi maka potensi pendapatan negara juga berkurang," ujar Susanto. Namun, sayangnya, Susanto tidak mengungkapkan mengapa terjadi pembelokan trafik internasional tersebut, karena bila ditilik lebih jauh, masalah ini terjadi juga akibat pemerintah khususnya Kementerian Kominfo lamban dalam membuka ijin penyelenggara SLI baru.

Sebagaimana diketahui, Axis Telekom Indonesia dan Xl Axiata telah lama mengajukan permohonan untuk dapat menyelenggarakan SLI secara langsung. Permohonan ini jauh disampaikan sebelum pihak Bakrie Telecom mengajukan pemrohonan ijin seluler. Entah mengapa, permohonan seluler BTEL diproses lebih dulu daripada permohonan ijin SLI.

Walaupun sudah memiliki 3 operator SLI, yaitu Indosat, Telkom dan Bakrie Telecom, tarif tidak kompetitif. BTEL yang diharapkan menjadi pesaing dua pemain lama gagal bertarung karena tidak membangun jaringan baru. Tarif yang tidak kompetitif membuat pemain di luar SLI legal leluasa bermain karena menawarkan tarif murah.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *