Search
Sabtu 17 April 2021
  • :
  • :

Kembangkan Talenta Digital Indonesia, Program DTS dapat Apresiasi Jokowi

MAJALAH ICT – Jakarta. Seiring dengan akselerasi transformasi digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika meningkatkan kompetensi talenta digital anak-anak muda Indonesia lewat Program Digital Talent Scholarship (DTS).

Presiden Joko Widodo mengapresiasi semua pihak terutama Kementerian Komunikasi dan Informatika yang telah berkerja keras dalam mewujudkannya.

“Transformasi digital dapat menjadi solusi cepat dan strategis bagi Indonesia untuk menyongsong masa depan. Namun, juga sangat penting menjaga kedaulatan dan  kemandirian digital dengan mendorong penguatan produksi serta talenta dalam negeri,” tuturnya dalam sambutan Peluncuran Konektivitas Digital Indonesia di Istana Negara, Jakarta.

Kementerian Kominfo melanjutkan program pelatihan digital yang sudah dimulai sejak tahun 2018 dengan menyelenggarakan Program DTS di level intermediate digital skills bagi putra-putri Indonesia berijazah SMA sederajat dan sarjana untuk 100.000 peserta pada tahun 2021.

Menteri Kominfo Johnny G. Plate merinci beberapa tema pelatihan dalam Program DTS antara lain Artificial Intelligence, Internet of Things, Machine Learning, Big Data Analytics, Cloud computing, dan berbagai teknologi turunannya.

“Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi global dan lokal, 55 mitra universitas, 37 sekolah vokasi, serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di 34 provinsi di Indonesia,” jelasnya.

Sudah Dibuka Pendaftaran

Pada 14 Februari sampai dengan 27 Maret 2021, Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo telah membuka kembali pendaftaran program Digital Entrepreneurship Academy (DEA) Program Digital Talent Scholarship 2021.

Program yang bertujuan mencetak talenta digital yang saat ini mempunyai aktivitas pada bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) itu digelar bekerja sama dengan Mitra Global Tech Company, termasuk Facebook dan Google, serta dan Start-up Lokal.

Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy ini terdiri dari tiga jenis kelas pelatihan, yaitu kelas umum, kelas kuliner yang dikhususkan untuk pelaku atau calon pelaku serta peminat Bidang UMKM Kuliner, dan kelas ibu rumah tangga yang dikhususkan untuk wanita yang sudah atau pernah menikah.

Tema pelatihan yang dibuka dalam program DEA antara lain Digital Entrepreneurship Facebook, Digital Entrepreneurship Kelas Ibu Rumah Tangga dan Kelas Umum yang didukung oleh Google, Digital Entrepreneurship Kelas Kuliner dan Kelas Umum yang bekerjasama dengan Gojek.

Program Digital Talent Scholarship merupakan program stimulus pelatihan digital untuk menyiapkan talenta digital andal dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Bekerja sama dengan perusahaan teknologi global, startup lokal, politeknik serta universitas baik negeri maupun swasta, Kementerian Kominfo membuka peluang bagi 100 ribu warga negara untuk mempelajari dan meningkatkan kompetensi data analysis, artificial intelligence (AI), cloud computing dan cybersecurity, serta kompetensi lain di bidang digital.

Pada tahun 2021 ini, program Digital Talent Scholarship didesain untuk menciptakan ekosistem seimbang dalam memaksimalkan peran pentahelix (pemerintah, komunitas/masyarakat, institusi pendidikan tinggi, dunia usaha, dan media) untuk menjadi fasilitator dan akselerator pendukung ekonomi digital.

DTS merupakan program yang diusung Kominfo untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing, produktivitas, profesionalisme SDM bidang teknologi informasi dan komunikasi bagi angkatan kerja muda Indonesia, masyarakat umum, dan aparatur sipil negara.

Secara garis besar, Program DTS 2021 dibagi menjadi delapan akademi, yakni Fresh Graduate Academy (FGA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), Thematic Academy (TA), Professional Academy (ProA), Government Transformation Academy (GTA), Digital Entrepreneurship Academy (DEA), Digital Leadership Academy (DLA), serta Talent Scouting Academy (TSA).

Diharapkan pgrogram ini dapat memberi kebermanfaatan kepada angkatan kerja muda, masyarakat umum, dan PNS TNI-Polri. Nilai tambah program DTS yaitu peningkatan sosialisasi dan edukasi terhadap industri dalam pengembangan SDM Digital.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *