Search
Rabu 26 September 2018
  • :
  • :
kemenperin-startup

Kemenperin Aktif Dorong 100 Startup Kembangkan Teknologi IKM

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Perindustrian aktif mendorong tumbuhnya pelaku usaha rintisan digital (startup) di dalam negeri. Upaya ini untuk mengajak generasi muda Indonesia agar mengikuti perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jadi, diharapkan semakin banyak startup kita sadar terhadap pentingnya infrastruktur digital yang menjadi ciri penerapan revolusi industri 4.0, seperti cloud computing untuk mendukung bisnisnya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai meresmikan pembukaan Workshop Cloud Computing di Kemenperin, Jakarta.

Oleh karena itu, menurut Menperin, pihaknya menggandeng perusahaan startup ternama PT. Amazon Web Service Indonesia. “Dengan kami pilih startup yang bisa ‘dikomersialkan’ ini, akan membuat para peserta menjadi semangat,” ujarnya.

Workshop Cloud Computing merupakan kegiatan awal dari serangkaian agenda Making Indonesia 4.0 Startup yang diluncurkan oleh Kemenperin. Sebanyak 100 peserta mengkuti lokakarya yang berlangsung selama dua hari, tanggal 6-7 September 2018. Kompetisi inovasi teknologi yang dilaksanakan hingga November 2018 ini akan memacu daya saing industri kecil dan menengah (IKM) nasional.

“Program ini juga bertujuan untuk membangun ekosistem inovasi, sehingga sejalan dengan roadmap Making Indonesia 4.0. Kami meyakini generasi milenial Indonesia memiliki banyak potensi di bidang startup,” tutur Airlangga.

Menperin menegaskan, pihaknya semakin rajin meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) guna mendukung pengembangan industri nasional. SDM terampil menjadi salah satu kunci penerapan ekonomi digital secara inklusif.

“Banyak program yang sudah kami buat untuk anak muda, misalnya mendorong technopark seperti Apple Academy. Selain itu bekerja sama dengan berbagai perusahaan, seperti NTT Communication serta melibatkan banyak kelompok masyarakat dan new entrepreneur. Ini yang harus kita masifkan ke publik sehingga masyarakat mengetahui peluangnya begitu besar di era digital,” paparnya.

Perjalanan revolusi industri generasi keempat ini sama dengan revolusi industri sebelumnya, yakni mengubah cara pandang dalam berkegiatan atau proses produksi. “Tentu ini yang kita terus dorong agar semua sadar bahwa industri, aplikasi, atau servis dengan menggunakan teknologi akan terjadi akselerasi dalam pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

Guna membangun industri manufaktur yang kokoh, Indonesia akan fokus pada lima sektor utama untuk penerapan awal dari teknologi revolusi industri 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia dan elektronika.

Semantara itu, teknologi digital yang perlu diterapkan, antara lain Internet of Things, robotic, printer 3D, big data analysis, cloud computing, artificial intelligence, machine learning, wearable augmented, virtual reality, dan automation.

Di samping itu, melalui kegiatan Making Indonesia 4.0 Startup, bisa menjadi ajang sosialisasi mengenai implementasi industri 4.0 di Tanah Air serta menjembatani hasil inovasi anak bangsa untuk kebutuhan di sektor industri manufaktur. “Revolusi industri 4.0 merupakan era di mana terjadi konektivitas secara nyata antara manusia, mesin, dan data,” jelas Airlangga.

Pemicu Jajaki Potensi Pasar

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, kompetisi Making Indonesia 4.0 Startup dapat menjadi pemicu bagi masyarakat khususnya para startup untuk menjajaki potensi pasar yang cukup baik di sektor industri.

Sasaran dari program kompetisi tersebut adalah startup binaan perguruan tinggi, inkubator bisnis, pemerintah daerah, bahkan BUMN dan swasta. “Kami senang dengan respons masyarakat terhadap teknologi baru terbukti dengan banyaknya pendaftar Workshop Cloud Computing ini,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan Making Indonesia 4.0 Startup didukung oleh beberapa asosiasi usaha, komunitas dan lembaga yang begerak di bidang teknologi digital, di antaranya Amazon Web Services Indonesia, Asosiasi Cloud Computing, Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia, Asosiasi Tech Startup Indonesia, Angel Investor Network Indonesia, dan Block 71 Jakarta,

Selanjutnya, Komunitas Robotika Indonesia, Estubizi Network, Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia, serta Rice INTI Bandung. “Para pendukung program ini akan berkolaborasi bersama-sama untuk menyosialisasikan program, melakukan pembinaan lanjutan kepada para startup, serta memberikan akses kepada investor,” terang Gati.

Kemenperin masih membuka pendaftaran bagi para startup lokal yang ingin mengikuti kompetisi Making Indonesia 4.0 Startup sampai dengan tanggal 20 November 2018. Masyarakat yang berminat dapat mengakses website www.i4startup.id untuk pendaftaran dan informasi.

Dari kompetisi ini akan diambil lima peserta terbaik yang akan mendapatkan hadiah sebesar masing-masing Rp50 juta pada Acara Festival Startup 4.0 yang akan diadakan pada Desember 2018 sekaligus dengan pameran, temu bisnis, dan pemberian penghargaan.

Bertepatan dengan acara peluncuran kompetisi Making Indonesia 4.0 Startup, Direktorat Jenderal IKM Kemenperin menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (GoJek), PT. Raksasa Laju Lintang (Ralali.com), dan PT. Dusdusan Dotcom (Dusdusan.com). “Kerja sama ini dilakukan untuk memperkuat program e-Smart IKM yang sudah kami mulai sejak tahun 2017, selain itu juga untuk memperluas akses pasar IKM melalui e-commerce,” tutunrya.

Hingga saat ini, program e-Smart IKM ini telah diikuti lebih dari 4.000 IKM. “Pemberdayaan IKM melalui teknologi digital juga merupakan salah satu prioritas dalam Making Indonesia 4.0.Oleh karena itu kami harap kerja sama dengan Gojek, Ralali, dan Dusdusan dapat mengatasi kendala yang dihadapi oleh IKM dalam memasarkan produknya secara online seperti keterbatasan SDM dan kanal marketplace yang sesuai,” pungkasnya.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *