Search
Selasa 23 April 2019
  • :
  • :

Kemenperin Optimalkan TKDN Infrastruktur Penunjang Industri 4.0


MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengoptimalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) terhadap pengerjaan berbagai proyek penunjang Industri 4.0. Misalnya, pada proyek Palapa Ring, Kemenperin telah memacu program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yang tujuannya juga untuk mengurangi impor.

“Dalam pengerjaan proyek Palapa Ring di paket timur, Kemenperin mendorong penggunaan produk lokal sesuai dengan ketentuan TKDN yang mengharuskan minimal ada 30 persen konten dalam negeri,” kata Direktur Elektronika dan Telematika Kemenperin Janu Suryanto saat menjadi pembicara dalam Forum Merdeka Barat 9 yang bertajuk ’Menuju Indonesia Merdeka Sinyal’ di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta.

Janu mengungkapkan, proyek Palapa Ring membutuhkan 35.280 kilometer kabel bawah laut dan 21.807 kilometer kabel darat. Karenanya, peningkatan produksi atau ekspansi sektor industri elektronika dan telematika menjadi sangat penting untuk menjawab tantangan kebutuhan konten lokal dalam infrastruktur Industri 4.0.

“Dengan peluang dan tantangan yang ada pada sektor itu, industri elektronika 4.0 membutuhkan investasi manufaktur kelas dunia yang memiliki kemampuan manufaktur terdepan selain assembly, didukung tenaga kerja terampil dan inovatif, serta industri unggulan domestik yang berbakat,” terangnya.

Secara keseluruhan, kebutuhan industri kabel komunikasi di dalam negeri mencapai 9 juta kilometer. Industri dalam negeri sendiri sudah bisa memproduksi sebanyak 5,4 juta kilometer kabel serat optik. Pada tahun 2019, diproyeksikan ada tambahan pabrik kabel serat optik baru yang mulai beroperasi. “Akan ada investasi baru mencapai Rp1 triliun untuk pembangunan pabrik kabel serat optik di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah,” ungkap Janu.

Dia menambahkan, saat ini Kementerian Perindustrian sudah memetakan beberapa pengguna potensial kabel serat optik dalam negeri, antara lain, PT Telkom Indonesia Operational & Maintenance, Regional Metro Junction (RMJ) Project, Back Bone & RING Project, TiTo Project (Trade In Trade Out), FTTH Project, Cable TV Project, Cellular Mobile Project, PALAPA RING ProjectIndonesia National Broadband Project. “Di Pasar, supply kabel FO lokal cuma 60%, sisanya 40% masih impor,” imbuhnya.

Industri IoT

Proyek Palapa Ring Ring atau yang belakangan disebut ‘Tol Langit’ diproyeksikan bisa mendorong percepatan tumbuhnya industri manufaktur di Tanah Air. Dalam industri 4.0, dikenal lima teknologi dasar yang perlu dikuasai, diantaranya artificial intelligence, internet of things (IoT), wearables (augmented reality dan virtual reality), advanced robotics, dan 3D printing. “Dari lima teknologi tersebut, IoT merupakan yang paling fundamental dan membutuhkan koneksi internet yang sangat cepat,” ujar Janu.

Teknologi IoT mendorong industri untuk bertransformasi memanfaatkan teknologi digital dan internet dalam menopang proses produksi agar lebih terintegrasi, efisien, dan produktif. Menurut Janu, industri Internet of Things (IoT) di Indonesia mulai tumbuh dengan perkiraan pangsa pasar mencapai Rp444 triliun pada 2022. “Nilai tersebut disumbang dari konten dan aplikasi sebesar Rp192,1 Triliun, disusul platform Rp156,8 Triliun, perangkat IoT Rp56 Triliun, serta network and gateway Rp39,1 Triliun,” jelasnya.

Berdasarkan penelitian McKinsey, infrastruktur digital akan memberikan peluang hingga USD 150 Miliar terhadap perekonomian nasional di tahun 2025. Apalagi, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi di dunia, mencapai 143,26 juta orang atau lebih dari 50% total penduduk di Indonesia.

Melihat peluang tersebut, Janu mengatakan, Kementerian Perindustrian telah mengambil langkah pengembangan serta fasilitasi untuk mendukung pertumbuhan industri seperti pembangunan infrastruktur, regulasi dan pendidikan terkait ekonomi digital untuk memastikan bahwa bangsa Indonesia telah siap untuk masuk ke dalam tren teknologi digital secara global. “Kehadiran Palapa Ring dan ketersediaan internet cepat diharapkan bisa mengakselerasi inklusi masyarakat ke dalam aktivitas ekonomi digital,” pungkasnya.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *