Search
Minggu 25 Oktober 2020
  • :
  • :

Kementerian Kominfo Genjot Internetifikasi di Kawasan Ekonomi Khusus NTT

MAJALAH ICT – Jakarta. Pandemi Covid-19 merupakan momentum bagi Pemerintah untuk mendorong pemanfaatan dan penggunaan infrastruktur telekomunikasi dan informatika sebagai pondasi dasar kehidupan kini dan masa depan.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, saat ini Pemerintah tengah fokus untuk meningkatkan rasio dan menurunkan disparitas Internetifikasi di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Jadi Covid memberikan challenge luas bagi Kementerian Kominfo untuk memastikan ketersediaan infrastruktur TIK di-deploy secara memadai baik dari rasio internetifikasi maupun dipasritas internet antarwilayah. Di mana masih ada 12.548 desa di seluruh Indonesia yang belum terjangkau sinyal 4G dan sekitar 150.000 titik layanan publik yang belum terjangkau akses internet cepat,” paparnya dalam Rapat Koordinasi Dukungan Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di Wilayah Pariwisata Super Prioritas Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Manggarai Barat.

Menteri Kominfo menyebutkan hasil monitoring quality of service (QoS) cakupan layanan internet di Indonesia yang dilakukan Kementerian Kominfo dan operator seluler, dari 83 ribu lebih desa dan kelurahan di Indonesia masih terdapat 12 ribu desa dan kelurahan yang belum tersedia layanan sinyal 4G.

“Yang dikenal bapak kepala desa sebagai blankspot, titik atau cakupan yang belum tersedia layanan internet sebanyak 9.113 titik, termasuk di NTT,” ujarnya.

Di Provinsi NTT, menurut Menteri Johnny masih terdapat 645 desa dan kelurahan blankspot yang belum terjangkau sinyal 4G. Pembangunan BTS untuk mengurangi daerah blankspot akan dibagi dalam dua kategori.

“542 desa dan kelurahan yang menjadi wilayah kerja BLU BAKTI Kominfo (untuk pembangunannya). Ini yang masuk daerah 3T. Dan sisanya 103 desa dan kelurahan non-3T yang menjadi wilayah kerja mitra Kominfo, yakni operator seluler,” jelasnya.

Percepatan pembangunan infrastruktur TIK di Manggarai Barat menurut Menteri Kominfo dilakukan untuk mendukung realisasi Labuan Bajo sebagai salah satu dari Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Yang sekaligus akan menjadi tuan rumah bagi pagelaran internasional, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN Summit 2023,” ujarnya.

Kawasan Manggarai Barat menurut Menteri Kominfo telah ditetapkan Presiden sebagai Destinasi Super Prioritas dan akan dibangun pula Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). “Dibangun Community Based Tourism agar masyarakat bisa mengambil bagian dalam pengembangan wisata di kawasan ini,” tegasnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *