Search
Jumat 22 Januari 2021
  • :
  • :

Kementerian Kominfo Rancang Rencana Induk (Masterplan) Penggunaan Frekuensi untuk Keperluan Radio Siaran Terestrial MF dan VHF

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Kominfo membuka konsultasi publik atas Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Komunikasi dan Informatika tentang Rencana Induk (Masterplan) dan Ketentuan Teknis Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio untuk Keperluan Radio Siaran Terestrial Pada Pita Frekuensi Radio Medium Frequency dan Pita Frekuensi Radio Very High Frequency Band II.

Hal itu sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, berkaitan dengan peran serta masyarakat dalam penyusunan peraturan perundang-undangan serta sebagai wujud nyata upaya pelayanan kepada masyarakat pada penyelenggaraan penyiaran.

RPM ini disusun sebagai penyempurnaan dari Peraturan Menteri Kominfo yang mengatur rencana induk frekuensi radio untuk keperluan penyelenggaraan radio siaran Amplitudo Modulation (AM) pada Medium Frequency (MF) dan Peraturan Menteri Kominfo yang mengatur rencana induk frekuensi radio untuk keperluan penyelenggaraan radio siaran Frequency Modulation (FM).

RPM ini disusun dengan menyesuaikan ketentuan penggunaan spektrum frekuensi radio untuk keperluan radio siaran Amplitudo Modulation pada Medium Frequency terhadap The Final Acts of the Regional Administrative LF/MF Broadcasting Conference (Regions 1 and 3) Geneva, 1975 (GE75) dan ITU–R Rules of Procedure. Selain itu, RPM ini menindaklanjuti arah kebijakan dan strategi transformasi digital dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, dan mengantisipasi perkembangan teknologi penyiaran di Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Adapun hal-hal yang diatur dalam Rancangan Peraturan Menteri ini antara lain adalah pita frekuensi radio yang diatur untuk keperluan radio siaran terestrial meliputi: a) pita frekuensi radio Medium Frequency (MF) yang berada pada rentang frekuensi radio 526,5 kHz sampai dengan 1606,5 kHz; dan b) pita frekuensi radio Very High Frequency Band II yang berada pada rentang frekuensi radio 87 MHz sampai dengan 108 MHz.

Teknologi yang diatur untuk keperluan radio siaran terestrial meliputi: a) standar teknologi berbasis Amplitudo Modulation (AM) untuk radio siaran analog terestrial pada Pita Frekuensi Radio MF; b) standar teknologi berbasis Frequency Modulation (FM) untuk radio siaran analog terestrial pada Pita Frekuensi Radio VHF Band II; dan c) standar teknologi berbasis Digital Radio Mondiale (DRM) untuk radio siaran digital terestrial pada Pita Frekuensi Radio MF dan Pita Frekuensi Radio VHF Band II.

Rancangan Peraturan Menteri ini nantinya akan mencabut: a) Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 Tahun 2014 tentang Rencana Induk (Masterplan) Frekuensi Radio Untuk Keperluan Penyelenggaraan Radio Siaran Amplitudo Modulation (AM) Pada Medium Frequency (MF) Pita Frekuensi Radio 535 kHz – 1605,5 kHz (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 101); dan b) Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 3 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Frekuensi Radio untuk Keperluan Penyelenggaraan Radio Siaran Frequency Modulation (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 187).

“Untuk penyempurnaan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan tanggapan atas RPM tersebut perlu dilakukan konsultasi publik sampai dengan tanggal 26 Januari 2021 dan masukan dapat disampaikan melalui email ke alamat benny.elian@kominfo.go.idmusf001@kominfo.go.id, dan aria001@kominfo.go.id,” kata Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo.

Dokumen RPM tentang Rencana Induk (Masterplan) dan Ketentuan Teknis Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio untuk Keperluan Radio Siaran Terestrial Pada Pita Frekuensi Radio Medium Frequency dan Pita Frekuensi Radio Very High Frequency Band II, sebagai berikut:

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *