Search
Kamis 26 November 2020
  • :
  • :

Ketika Media Sosial Dipenuhi Fitnah

MAJALAH ICT – Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan penuhnya media sosial mengenai Indonesia dengan konten yang berbau provokasi dan berisi fitnah. Menurut Presiden, hal tersebut yang harus diperbaiki karena tindakan-tindakan tidak terpuji itu bukan merupakan karakter bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

“Kalau kita lihat di media sosial pada satu bulan belakangan ini isinya saling menghujat, isinya saling mengejek, isinya saling memaki, isinya banyak fitnah, isinya adu domba, provokasi,” kata Jokowi saat acara doa bersama ribuan masyarakat di Econvention, Ancol, Jakarta.

Jokowi berharap, masyarakat untuk menghindari saling hujat di media sosial sebab tindakan tersebut bukan merupakan tata nilai bangsa Indonesia dan Umat Islam di Tanah Air. “Kita tidak mau kita rusak, infiltrasi masuk, kita jadi bangsa yang suka saling hujat, memaki, memfitnah, mengadu domba, bangsa kita punya budi pekerti yang baik, punya sopan santun yang baik akhlakul karimah yang baik,” harapnya.
Selain itu, Jokowi juga mengingatkan agar masyarakat mulai waspada. “Sekali lagi mari kita waspada bersama, mengingatkan kalau ada teman kita yang melakukan itu diingatkan, itu bukan nilai-nilai bangsa Indonesia, bukan nilai-nilai kesantunan Islam,” kata Jokowi.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai, media sosial mulai tenang pasca demonstrasi 4 November lalu. Hal ini dibuktikan dengan penggunakan kata-kata yang kurang pantas mulai berkurang. “Saya monitor terus sampai 14 November di media sosial sudah beda. Konten aktor politik, damai, hukum, enggak seperti sebelumnya. Sebelumnya kan menakutkan,” katanya.

Menurut Chief RA, penggunaan web memang meningkat dari 1 hingga 4 November, khususnya pada medsos Twitter. Namun kini, pengguna medsos juga mulai berangsur regular. “Aktivitasnya juga menurun dan dari sisi konten juga sejuk,” yakinnya.

Sedangkan sebelumnya, Jokowi sendiri berharap, masyarakat untuk menghindari saling hujat di media sosial sebab tindakan tersebut bukan merupakan tata nilai bangsa Indonesia dan Umat Islam di Tanah Air. “Kita tidak mau kita rusak, infiltrasi masuk, kita jadi bangsa yang suka saling hujat, memaki, memfitnah, mengadu domba, bangsa kita punya budi pekerti yang baik, punya sopan santun yang baik akhlakul karimah yang baik,” harapnya.

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan agar masyarakat mulai waspada. “Sekali lagi mari kita waspada bersama, mengingatkan kalau ada teman kita yang melakukan itu diingatkan, itu bukan nilai-nilai bangsa Indonesia, bukan nilai-nilai kesantunan Islam,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *