Search
Selasa 23 Juli 2019
  • :
  • :

Ketika Radio Kini Didengar Lewat Aplikasi yang Ada di Ponsel

MAJALAH ICT – Jakarta. Keberadaan radio siaran di Indonesia mempunyai hubungan erat dengan sejarah perjuangan bangsa, baik semasa penjajahan, perjuangan, proklamasi kemerdekaan. Dengan perkembangan teknologi saat ini mendengar radio tidak hanya bisa dilakukan melalui perangkat radio.

“Dalam dinamika perjalanan bangsa memperjuangkan kehidupan masyarakat yang demokratis adil dan makmur peran siaran radio merekatkan bangsa ini. Seperti kita tahu, radio terlebih dahulu ada dibandingkan dengan televisi,” papar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Diskusi Polemik Peringatan HUT PRSSNI ke-42 di Jakarta Pusat, Sabtu (17/12/2016). ”Kini Saya mendengar radio dari aplikasi yang ada di handphone sehingga lebih mudah dan tidak ketinggalan informasi,“ ujar Menkominfo.

Menurut data saat ini radio anggota PRSSNI sebanyak 670 anggota siaran radio, namun yang memiliki izin hanya sekitar 1.550 radio, untuk pendengar radio saat ini hanya sebesar 20%, untuk internet besarnya 40 %, dan media cetak hanya dibawah 20 %

Rudiantara menjelaskan di 340 kota di Indonesia sudah dapat diakses Broadband ,400 kota sudah bisa diakses 4 G dengan Palapa ring 514 kabupaten dan kota diharap kan sudah dapat dijangkau broadband hingga dapat dimanfatkan dengan baik, dan PRSSNI dapat menggunakan fasilitas Broadband ini,” Ujarnya

Dikatakan juga bahwa saat ini Pemerintah dan DPR sepakat akan merevisi Undang-Undang Penyiaran karena sumberdaya yang kurang yaitu frekuensi itu masalahnya dan menjadi concern pemerintah, sementara untuk Digital dividen yang menjadi prioritas utama pemerintah yaitu pertelevisin dan harus terjadi agar bermanfaat bagi bangsa.

Digital Dividen dalah hal yang utama dari pemerintah yaitu untuk Kebencanaan karna Indonesia terdiri dari gugusan pulau dan rawan bencana dan yang ke dua adalah pendidikan . Hal ini menurut Rudiantara juga diiringi dengan telah dibuatnya Peraturan Menteri Kominfo tentang Kebijakan ijin penyiaran harus ada ruang usaha namun utk pendidikan tidak perlu sepanjang tidak komersil.

Diakhir ulasannya Menkominfo juga akan menata ulang frekuensi radio dalam waktu dekat . Kegiatan yang bertema satu suara sejuta telinga ini dihadiri oleh ketua KPI Pusat, anggota Komisi 1 DPR Bim Bunyamin , Ketua Umum PRSSNI, Managing Director Nielson Indonesai, Asociate Partner Exchange Mindshare serta pengamat media.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *