Search
Sabtu 19 September 2020
  • :
  • :

Ketua KPI Pusat Minta Mahasiswa Komunikasi Berkontribusi dan Memberi Manfaat bagi Publik

MAJALAH ICT – Jakarta. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat), Yuliandre Darwis, meminta mahasiswa komunikasi dapat berkontribusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu yang didapat saat kuliah. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Mahasiswa Fakultas Komunikasi Universitas Moestopo Beragama di Kantor KPI Pusat, Selasa (11/3/17).

Menurut Andre, panggilan akrabnya, kontribusi tersebut bisa berupa pemikiran-pemikiran yang membangun dan positif terhadap perkembangan dunia penyiaranya misalnya. “Sebagai mahasiswa komunikasi ketika nanti anda-anda semua menjadi sarjana manfaatkan ilmu yang anda dapat untuk kepentingan orang banyak,” katanya.

Persoalan kualitas konten siaran yang masih jauh dari harapan menjadi masalah yang harus dicarikan jalan keluarnya bersama-sama. Solusi menciptakan konten yang berkualitas juga harus dipikirkan kalangan mahasiswa.

“Saat ini, konten siaran kita seperti sinetron dan program lainnya masih banyak yang kurang memberikan nilai yang positif dan mengedukasi. Hal itu menyebabkan banyak konten asing yang masuk ke dalam negeri dan justru disenangi masyarakat,” kata Yuliandre Darwis.

Masuknya konten asing yang justru jadi idola publik tanah air ini harusnya menjadi peringatan bagi industri penyiaran Indonesia. “Ini problem besar bagi kita jika kondisinya seperti itu. Harus dicarikan jalan keluarnya. Dan, kalangan akademisi seperti mahasiswa harus ikut berperan dalam mencari jalan keluar tersebut,” papar Yuliadre.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Komisioner KPI Pusat, Mayong Suryo Laksono, mengingatkan jika pada saat ini jumlah penonton televisi mulai mengalami penurunan. Di Amerika Serikat, penurunan tersebut diantisipasi pihak industri dengan mendorong kreativitas isi kontennya dengan menciptakan program-program baru. Upaya ini dilakukan agar penonton yang mulai menarik diri dari menonton televisi dapat kembali.

“Di Indonesia, penurunan tersebut sudah mulai kelihatan. Harusnya pihak televisi mulai memikirkan bagaimana upaya untuk menarik kembali penonton yang pergi tersebut. Upayanya dengan menciptkan tontonan yang menarik, bernilai positif dan edukatif,” paparnya.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *