Search
Jumat 23 Agustus 2019
  • :
  • :

Konsolidasi Operator Telekomunikasi Masih Jadi Hutang Menkominfo yang Belum Terbayar sejak 2015

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan industri telekomunikasi di Tanah Air harus terus meningkatkan kondolidasi antar sesama operator seluler.

Menurut Rudiantara, sejak tahun 2015 pemerintah sudah merancang apa saja program strategis dari industri yang harus dilakukan secara bersama-sama. Namun, industri telekomunikasi di Indonesia belum ideal karena masih terlalu banyak pemain.

“Boleh dikatakan ‘hutang’ saya sejak tahun 2015 awal, konsolidasi perlu dilangsungkan dengan tujuan agar industri telekomunikasi akan menjadi efisien,” kata Menteri Rudiantara di acara Seminar dan Talkshow Indonesia Technology Forum di Balai Kartini, Jakarta (02/05/2019)

Menteri Rudiantara menjelaskan upaya konsolidasi penting dilakukan agar industri telekomunikasi di Indonesia menjadi lebih sehat. “Konsolidasi itu corporate action, sehingga pemegang saham yang menentukan tapi pemerintah yang memfasilitasi,” ucap Menteri Rudiantara.

Menteri Kominfo menambahkan, operator telekomunikasi di Indonesia sendiri dinilai terlalu banyak. Imbasnya, tidak semuanya mendapatkan jatah frekuensi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

“Pemerintah mendorong operator telekomunikasi berkonsolidasi, karena membutuhkan skala ekonomi yang lebih besar. Karena dengan economic of scale yang meningkat, perusahaan telekomunikasi memiliki bargaining power,” ungkapnya.

Saat ini di Indonesia,  terdapat enam operator seluler di Indonesia,  yaitu Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, Smartfren, Hutchison 3 Indonesia, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *