Search
Kamis 28 Oktober 2021
  • :
  • :

Laporan Threat Report Terbaru dari McAfee Menemukan Ancaman Ransomware Revil dan DarkSide

MAJALAH ICT – Jakarta. McAfee Enterprise hari ini mengungkap laporan ancaman siber terbarunya yaitu Advanced Threat Research Report: October 2021, yang mengulas aktivitas kriminal siber terkait ransomware dan ancaman keamanan cloud di kuartal kedua tahun 2021. Seiring dengan semakin fleksibelnya pola kerja kantoran dan sudah terungkapnya metode serangan terhadap perusahaan Colonial Pipeline di AS, kini penjahat siber menciptakan jenis ancaman dan taktik baru untuk menyerang berbagai lembaga vital meliputi pemerintahan, jasa keuangan dan juga hiburan. Tak ayal, serangan terhadap Colonial Pipeline ini sempat menyebabkan terjadinya kelangkaan suplai bahan bakar fosil di AS.

Setiap kuartal, McAfee mengamati lansekap ancaman siber di dunia menggunakan riset dan analisa mendalam berdasarkan data yang dikelola oleh McAfee Global Threat Intelligence cloud yang didapatkan dari milyaran sensor yang ditempatkan di berbagai vektor ancaman di dunia.

“Ransomware sudah berkembang jauh melampaui pendahulunya, dan para penjahat siber sudah semakin pintar dan lincah dalam mengubah taktik mereka, selain itu juga muncul para aktor jahat baru di balik serangan-serangan ini,” kata Raj Samani, McAfee Enterprise fellow dan Chief Scientist. “Nama-nama seperti REvil, Ryuk, Babuk dan DarkSide sudah mulai terdengar di publik, dan dikaitkan dengan gangguan keamanan siber yang terjadi di berbagai belahan dunia. Dampaknya, para penjahat siber ini berhasil mendapatkan jutaan dolar dari korbannya.”

Sumber dari kemunculan jenis serangan dan ransomware baru itu telah terungkap, yaitu forum underground yang terkenal di internet, antara lain XSS dan Exploit, dan berbagai grup ransomware yang tergabung dalam forum ini, seperti DarkSide dan BlackMatter.

Aktivitas Serangan Siber Di Kuartal Kedua 2021
Ransomware Mendominasi – Sektor yang menjadi sasaran utama ransomware adalah lembaga pemerintahan, diikuti berbagai badan usaha milik negara seperti telekomunikasi, energi, serta media & komunikasi. Ransomware yang paling sering terdeteksi berasal dari keluarga REvil/Sodinokibi, dengan 73% dari seluruh serangan ransomware yang terjadi di kuartal kedua 2021.

Vektor Serangan – Teknik yang paling sering digunakan adalah malware. Spam menunjukkan peningkatan paling besar yaitu 250% dibanding kuartal sebelumya, terutama lewat email, diikuti dengan Script Jahat (125%) dan Malware (47%).

Sektor Yang Diserang – McAfee Enterprise mendeteksi peningkatan serangan paling besar (64%) terhadap sektor publik, diikuti dengan hiburan (60%). Terlihat juga bahwa serangan terhadap sektor informasi/komunikasi menurun 50%, dan manufaktur menurun 26% dibanding kuartal sebelumnya
Wilayah Serangan – AS dan Eropa menderita serangan terbanyak, dengan peningkatan terbesar di Eropa sebesar 52% dibanding kuartal sebelumnya.

Berikut adalah sektor-sektor yang disasar oleh ransomware berdasarkan prioritas:
1. Pemerintahan
2. Telekomunikasi
3. Energi
4. Media
5. Industri/Manufaktur
6. Edukasi
7. Akuntan
8. Teknologi
9. Keuangan
10. Transportasi/Logistik

Dampak COVID-19 Terhadap Dunia Kerja Juga Berdampak Pada Meningkatnya Ancaman Cloud
Di kuartal kedua 2021, semakin banyak kantor yang menyesuaikan sistem keamanan layanan cloud mereka dengan pola kerja fleksibel para karyawannya, dan hal ini membuka celah baru bagi para penjahat siber.

“Pelaku bisnis harus mulai mengadopsi sistem keamanan baru yang bisa mengimbangi pola kerja fleksibel dan terpencar-pencar, seperti contohnya menggunakan pendekatan zero-trust, atau mulai dari langkah mudah misalnya memberikan pemahaman akan ancaman keamanan siber kepada para karyawannya yang sehari-hari menggunakan layanan cloud untuk bekerja,” kata Jonathan Tan, Managing Director Asia at McAfee Enterprise.

Menurut data McAfee Enterprise Research, di kuartal lalu, bidang ini adalah yang paling terdampak di 10 negara (AS, India, Australia, Kanada, Brasil, Jepang, Meksiko, Inggris, Singapura dan Jerman) yang diamati Layanan jasa keuangan/Finansial, merupakan sektor yang paling sering mengalami serangan cloud, diikuti sektor kesehatan, manufaktur, ritel dan jasa profesional.

Layanan jasa keuangan ini menjadi sasaran lebih dari 50% serangan cloud yang terjadi, terutama di negara AS, Singapura, Tiongkok, Perancis, Kanada dan Australia. Di AS, serangan cloud terhadap berbagai sektor vital mencapai 34% dari keseluruhan serangan keamanan siber, sedangkan di Inggris menurun 19%. Serangan siber terbanyak dilaporkan di AS, mencapai 52% dari seluruh serangan di dunia, diikuti negara lainnya yaitu India, Australia, Kanada dan Brasil.

Dunia teknologi kesehatan juga terdampak, ketika McAfee Enterprise berhasil mengungkap adanya celah keamanan di perangkat medis jenis pompa infus Infusomat Space Large Pump dan SpaceStation merek B.Braun.

Berikut adalah jenis industri pengguna layanan cloud yang disasar oleh penjahat siber berdasarkan prioritasnya:
1. Layanan Finansial/Keuangan
2. Medis/Kesehatan
3. Manufaktur
4. Ritel
5. Layanan/jasa Profesional
6. Travel & Pariwisata
7. Software & Internet
8. Teknologi
9. Komputer & Elektronik
10. Organisasi Nonprofit.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *