Search
Jumat 30 Oktober 2020
  • :
  • :

Lebaran Diperkirakan SMS, Voice dan Data akan Naik Cukup Signifikan

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika memprediksi bahwa saat suasana Lebaran nanti (H-1 hingga H+1) akan terjadi lonjakan trafik layanan telekomunikasi secara umum hingga sekitar 20% hingga 37% dari hari-hari biasa, atau secara total diperkirakan akan ter- deliver sebanyak  7 milyar SMS yang saling terkirim di seluruh penyelenggara telekomunikasi di Indonesia. Tahun sebelumnya hanya terkirim sebanyak sekitar 4 milyar SMS.

Demikian dikatakan Kepala Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto. "Lonjakan pengiriman SMS selama 3 hari itu meski tinggi, tetapi faktanya mengalami penurunan hingga sekitar 21% dibandingkan Lebaran 2012 dan juga turun hingga 2% dibandingkan hari-hari biasa di sepanjang Januari sampai dengan Juli 2013," ungkap Gatot.

Gatot menambahkan, angka 7 miliar SMS tersebut belum termasuk yang dikirimkan melalui layanan MMS , BBM, WhatsApp Messenger, Line, Tango, Kakao Talk dan Email yang cenderung meningkat hingga sebanyak 180 juta layanan pesan atau mengalami kenaikan hingga lebih dari 360% dibandingkan hari-hari biasa yang terkirim searah dengan makin meningkatnya penggunaan layanan tersebut yang dikirimkan melalui multi smartphone seperti BlackBerry dan Android.

"Yang cukup menarik adalah meskipun layanan SMS masih tetap tinggi, tetapi sesungguhnya tidak mengalami peningkatan (bahkan cenderung agak stagnan dan di beberapa  penyelenggara bahkan turun), karena kini banyak warga masyarakat yang menggunakan layanan data lainnya seperti BBM, WhatsApp Messenger, Line, Tango, Kakao Talk dan Email," lanjut Gatot.

Selain teks, jelas Gatot lagi, untuk layanan suara, diperkirakan secara total akan berlangsung pembicaraan hingga 6,684 miliar menit dalam 3 hari tersebut pada saat yang bersamaan dari puluhan juta pengguna layanan telekomunikasi baik untuk berinteraksi saat mudik atau kemacetan arus mudik dan juga saat bersilaturahim. "Angka ini meningkat sekitar rata-rata 14% jika dibandingkan Lebaran 2012 dan naik sekitar 21% dari kondisi normal hari-hari biasa di sepanjang Januari hingga Juli 2013," ujar Gatot.

Sedangkan untuk komunikasi data, Kominfo memperkirakan akan mengalami kenaikan hingga sekitar 238 terabytes atau meningkat sekitar rata-rata 26 % hingga 65% jika dibandingkan kondisi normal. "Mengingat kemungkinan penggunaan media sosial oleh masyarakat baik selama di perjalanan (termasuk dalam kondisi sedang macet total sekalipun baik untuk mengakses informasi di internet maupun untuk meng- up loadsuatu kejadian sehari-hari dalam perjalanan) dan ketika juga sampai di tempat tujuan cukup tinggi, maka kepada seluruh penyelenggara telekomunikasi sudah diingatkan juga untuk menyediakan kapasitas banwidth yang berlebih guna mengantisipasi lonjakan komunikasi data tersebut dan hal tersebut sejauh monitoring Kementerian Kominfo sudah dilakukan oleh seluruh penyelenggara telekomunikasi," seru Gatot.

Gatot juga menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman pada Lebaran 2012, maka beberapa daerah yang diperkirakan akan meningkat trafik telekomunikasinya adalah di sekitar Jawa Barat,  Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Lampung, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Untuk itu, Kementerian Kominfo memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk saling berkomunikasi saat suasana Lebaran ini. "Hanya saja dihimbau untuk efisien dalam mengantisipasi dari sisi waktu dan kuantitas data yang dikirimkan. Artinya, mengingat saat peak season akan berlangsung pada waktu sehari jelang Lebaran hingga H+1 dan diperkirakan trafik telekomunikasi cukup tinggi, maka waktunya perlu disiasati secara efisien," kata Gatot. Selain itu, lanjutnya, meskipun setiap pengguna berhak berapapun mem-broadcast pesan, namun lebih disarankan tidak seketika langsung dikirim semuanya, karena potensi akan terjadi hang (perangkat tiba-tiba tidak berfungsi) cukup tinggi, dan akibatnya justru harus dikirim ulang. "Ini artinya kesalahan tidak pada kualitas layanan penyelenggara telekomunikasi. Lebih disarankan untuk dikirim secara bertahap," pungkas Gatot.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *