Search
Rabu 24 Juli 2019
  • :
  • :

LIPUTAN KHUSUS | Telkomsel Terancam Pailit Jilid II

MAJALAH ICT. Terbebas dari pailit atas gugatan PT Prima Jaya Infomatika, ternyata tak sepenuhnya aman bagi Telkomsel. Anak usaha Telkom tersebut terancam diseret ke pailit jilid 2 setelah menolak pembayaran fee kurator yang nilainya mencapai Rp146, 808 miliar.

Pada 14 September 2012 lalu, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menjatuhkan putusan pailit terhadap Telkomsel. Perusahaan seluler terbesar di Indonesia ini dinyatakan terbukti tak dapat membayar utang sebesar Rp5,3 miliar kepada PT Prima Jaya Informatika.

Majelis hakim yang diketuai Agus Iskandar menyatakan Telkomsel terbukti memiliki utang jatuh tempo yang tidak dapat ditagih kepada PT Prima Jaya Informatika serta milik sejumlah kreditur lain.

Ketika itu, Kuasa Hukum PT Prima Jaya Kantha Cahya menjelaskan gugatan pailit kliennya telah memenuhi unsur-unsur kepailitan yang termaktub dalam pasal 2 ayat 2 UU Kepailitan, yakni adanya utang jatuh tempo dari dua pihak atau lebih. Menurut Kantha, selama proses hukum berjalan, tidak ada upaya damai dari pihak Telkomsel. “Padahal, kami inginnya damai. Artinya, utang kami dibayar Rp5,3 miliar.”

Selanjutnya, pada 22 November 2012, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) atas gugatan pailit yang dimenangkan PT Prima Jaya Informatika di pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Putusan ini secara otomatis membatalkan putusan pengadilan tingkat pertama (judex factie) yang memutuskan PT Telkomsel pailit.

Sebagai kelanjutannya, Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat kembali mengeluarkan Putusan bernomor 48/Pailit/2012/PN.Niaga JKT.PST jo No.704K/Pdt.Sus/2012 yang isinya menetapkan kewajiban Telkomsel untuk membayar fee kurator sebesar Rp 146,808 Miliar.

Angka tersebut berasal dari perhitungan 0,5% dikali total aset yang dimiliki Telkomsel sekitar Rp58,723 triliun, sehingga didapat Rp293.616.135.000. Angka ini kemudian dibagi menjadi dua, antara Telkomsel dengan Pemohon pailit yaitu Prima Jaya Informatika (PJI), sehingga masing-masing dibebani Rp146,808 miliar.

Kurator yang menangani kasus pailit PT Telekomunikasi Selular tetap tegas menyatakan bahwa Telkomsel harus membayar fee kurator senilai Rp146,808 miliar sebagai bentuk penghormatan terhadap produk hukum. Demikian dikatakan salah seorang kurator Telkomsel Feri Samad, dalam siaran persnya.

Menurut Feri, penetapan pembayaran itu produk hukum, Telkomsel harus menghormati produk hukum. Kami sudah kirimkan invoice ke Telkomsel, Jumat (15/2) sudah harus dibayarkan. Menurut Feri, jika tidak membayar, maka pihaknya akan mengirimkan somasi ke Telkomsel.

Tentu apa yang disampaikan Feri, bukan main dan akan jadi persoalan serius. Sebab, katakanlah, Telkomsel tetap engga membayar, maka setelah somasi bukan tidak mungkin para kurator akan mengugat Telkomsel kembali. Dan jika menggugat ke Pengadilan Niaga, bukan tidak mungkin juga Telkomsel akan dipailitkan kembali. (majalahICT/ap)

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *