Search
Jumat 20 September 2019
  • :
  • :

Majelis Hakim Yang Bikin Telkomsel Pailit dan Bayar Kurator Ratusan Miliar Dicopot

MAJALAH ICT – Jakarta. Mahkamah Agung (MA) akhirnya menjatuhkan sanksi terhadap  empat hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang menangani perkara gugatan pailit PT Telkomsel.Keempat hakim, yaitu Agus Iskandar, Bagus Irawan, Noer Ali dan Sutoto Adiputro, dinilai telah melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim yang ditetapkan MA dan Komisi Yudisial, No 047/KMA/SK/IV/2009 – No 02/SKB/P.KY/IV/2009 huruf c butir 1.1.(8) jo PB MARI dan KY No. 02/PB/MA/IX/2012 – 02/PB/P.KY/09/2012 Pasal 5 ayat 2 huruf e dan pasal 14 ayat 1, pasal 19 ayat 4. Keempat hakim itu juga diberi sanksi karena telah memerintahkan pembayaran kurator yang terlalu besar dan tidak sesuai dengan Permenkumham terbaru No. 1/2013

Menurut Ketua MA Hatta Ali, empat hakim yang kenai sanksi adalah tiga hakim yang menangani perkara pailit Telkomsel dan satu hakim pengawas ketika putusan tersebut dilaksanakan. Menurut Hatta, keempat hakim itu dicopot dari jabatan sebagai hakim niaga di PN Jakarta Pusat dan dimutasi ke pengadilan negeri lain. Menurut Hatta Ali, Surat Keputusan mutasi ini sudah dikirim ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat, 12 April 2013. "SK-nya sudah dikirim, namun mungkin belum diterima," kata Hatta. 

Sutoto Adiputro dijatuhi sanksi hukuman disiplin berupa pembebasan dari jabatannya sebagai hakim niaga pada Pengadilan Niaga di PN Jakpus dan juga dimutasi ke PN Jambi. Agus Iskandar dijuga dicopot dari jabatannya sebagai hakim niaga di PN Jakpus dan dimutasi ke PN Pekanbaru. Demikian pula dengan Noer Ali yang dimutasi ke PN Palembang. Sedangkan Bagus Irawan dimutasi ke PN Mataram.

Sebagaimana pernah mencuat menjadi isu nasional, pada 14 September 2012 lalu, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menjatuhkan putusan pailit terhadap Telkomsel. Perusahaan seluler terbesar di Indonesia ini dinyatakan terbukti tak dapat membayar utang sebesar Rp5,3 miliar kepada PT Prima Jaya Informatika.

Majelis hakim yang diketuai Agus Iskandar menyatakan Telkomsel terbukti memiliki utang jatuh tempo yang tidak dapat ditagih kepada PT Prima Jaya Informatika serta milik sejumlah kreditur lain.

Ketika itu, Kuasa Hukum PT Prima Jaya Kantha Cahya menjelaskan gugatan pailit kliennya telah memenuhi unsur-unsur kepailitan yang termaktub dalam pasal 2 ayat 2 UU Kepailitan, yakni adanya utang jatuh tempo dari dua pihak atau lebih. Menurut Kantha, selama proses hukum berjalan, tidak ada upaya damai dari pihak Telkomsel. “Padahal, kami inginnya damai. Artinya, utang kami dibayar Rp5,3 miliar.”

Selanjutnya, pada 22 November 2012, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) atas gugatan pailit yang dimenangkan PT Prima Jaya Informatika di pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Putusan ini secara otomatis membatalkan putusan pengadilan tingkat pertama (judex factie) yang memutuskan PT Telkomsel pailit.

Sebagai kelanjutannya, Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat kembali mengeluarkan Putusan bernomor 48/Pailit/2012/PN.Niaga JKT.PST jo No.704K/Pdt.Sus/2012 yang isinya menetapkan kewajiban Telkomsel untuk membayar fee kurator sebesar Rp 146,808 Miliar.

Angka tersebut berasal dari perhitungan 0,5% dikali total aset yang dimiliki Telkomsel sekitar Rp58,723 triliun, sehingga didapat Rp293.616.135.000. Angka ini kemudian dibagi menjadi dua, antara Telkomsel dengan Pemohon pailit yaitu Prima Jaya Informatika (PJI), sehingga masing-masing dibebani Rp146,808 miliar.

Kurator yang menangani kasus pailit PT Telekomunikasi Selular tetap tegas menyatakan bahwa Telkomsel harus membayar fee kurator senilai Rp146,808 miliar sebagai bentuk penghormatan terhadap produk hukum. Demikian dikatakan salah seorang kurator Telkomsel Feri Samad, dalam siaran persnya.

Menurut Feri, penetapan pembayaran itu produk hukum, Telkomsel harus menghormati produk hukum. Kami sudah kirimkan invoice ke Telkomsel, Jumat (15/2) sudah harus dibayarkan. Menurut Feri, jika tidak membayar, maka pihaknya akan mengirimkan somasi ke Telkomsel.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *