Search
Rabu 8 April 2020
  • :
  • :

Mau Tahu Apa perbedaan antara 4G dan 5G? Ini Penjelasannya

MAJALAH ICT – Jakarta. Teknologi 5G sudah menyebar di banyak negara. Tapi tahukah Anda apa perbedaan antara kedua? Yuk, simak penjelasannya.

Kecepatan:
5G akan menawarkan bandwidth dan kapasitas yang jauh lebih besar dan tinggi dibandingkan 4G. 5G tidak hanya membuka lebih banyak spektrum nirkabel untuk penggunaannya, seperti 5G NR (new radio) dan mmWave (millimeter wave), tapi juga dirancang untuk menggunakan apa yang sudah tersedia sekarang dengan lebih baik, mengingat potensi pengguna yang berjumlah sangat banyak di lingkungan-lingkungan perkotaan.

Jika 4G LTE Advanced menyediakan kinerja hingga 1Gbps, 5G telah diuji untuk beroperasi di antara 5-8Gbps dengan 5G NR dan mmWave yang bisa memiliki potensi untuk menyediakan antara 10-40Gbps. Ini akan membuka berbagai peluang baru untuk aplikasi yang rakus-kinerja seperti Enterprise, Data Center atau backhaul selular.

Standar kinerja tinggi 5G disebut sebagai eMBB: enhanced mobile broadband.

Latensi:
5G bisa menawarkan latensi yang jauh lebih rendah dibanding 4G. Latensi ultra-rendah diinginkan konsumen yang mengharapkan respon real-time (pangilan video, streaming, dan lain-lain), dan 5G bahkan bisa mendukung skenario di mana respon seketika bukan hanya diharapkan tapi sangat penting: seperti aplikasi medis.

Standar latensi-rendah 5G disebut sebagai URLLC: ultra-reliable, low-latency connections.

Teknologi:
4G LTE telah berkembang untuk mengakomodir berbagai teknologi berbeda, seperti agregasi LWA (LTE-WLAN) yang membantu mendukung konektivitas di lingkungan padat. 5G menyempurnakan teknologi-teknologi ini dan meningkatkan generasi-generasi sebelumnya untuk efisiensi spektrum dan mutu koneksi yang lebih baik, khususnya di lingkungan perkotaan yang padat. Lingkupnya dirancang seluas mungkin dan bisa diaplikasikan tidak hanya untuk perangkat mobile atau Enterprise kinerja tinggi, tapi juga untuk perangkat-perangkat IoT berdaya ultra-rendah, berumur-panjang dan selalu terhubung.

Komunikasi Tipe Mesin:
5G dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan semua orang mulai dari konsumen hingga Enterprise, tapi juga berbagai kebutuhan berbeda dari Komunikasi tipe mesin (machine-type communication/MTC) yang dibutuhkan aplikasi-aplikasi IoT, dan perangkat-perangkat terkoneksi M2M (machine-to-machine) lainnya. Jika IoT di era 4G merupakan campuran dari teknologi 2G dan 4G, 5G mencakup teknologi LPWA (low power wide area) khususnya NB-IoT, misalnya. Layanan-layanan 5G memiliki kemampuan lebih baik untuk menangani berbagai tipe lalu Lintas dan perangkat terhubung.

Arsitektur:
Tidak seperti 4G, teknologi-teknologi 5G dirancang untuk memanfaatkan Radio Access Network berbasis cloud atau virtual. Teknologi RAN akan memampukan enterprise dan operator telekomunikasi untuk membangun jaringan terpusat mereka sendiri. Operator bahkan bisa memanfaatkan Data Center lokal untuk menyediakan koneksi internet yang secara konsisten lebih cepat dan lebih handal bagi pengguna.

Kecerdasan Perangkat:
Tidak seperti 4G, 5G memiliki kemampuan untuk membedakan perangkat tetap/fixed dan mobile. 5G menggunakan teknik-teknik radio kognitif untuk mengidentifikasi tiap perangkat dan menawarkan kanal yang paling tepat. Ini artinya setiap pengguna akan mendapatkan koneksi internet yang lebih cocok dibandingkan 4G, yang disesuaikan dengan kemampuan perangkat mereka dan lingkungan penerimaan sinyal setempat.

Ditulis oleh JS Pan, General Manager, Wireless Communication System and Partnership, MediaTek.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *